Bicara Cinta.. ? (1)

Assalamualaikum wr wb

halo sudah sangat sangat lama blog ini terabaikan…

maaf yah.. akhir-akhir ini ada banyak hal yang spektakuler yang terjadi dalam rutinitas saya yang membuat saya agaknya melupakan keasikan ngeblog…

“woohoo postingan pertama setelah sekian lama ngomongin cinta.. cie cie lagi berbunga-bunga kah lan?”

haha… bicara masalah cinta memang nggak akan ada habisnya nggak sih?

jadi dua tahun  yang lalu seorang laki-laki bertanya mengenai makna cinta menurut saya..

hmmm jujur saya agak kaget, karena saya belum kenal dia lama dan dia sangat to do point.. which makes it sounds awkward..

pertanyaan itu kemudian saya tanyakan pada diri saya sendiri.. apa itu cinta?

cinta… jika cinta yang dia maksud akan cinta kepada sang khalik..

“seberapa cintakah saya terhadap sang pencipta saya? apakah saya telah mencintai Allah dengan segenap hati saya?”

pertanyaan itu mengiang-ngiang dalam benak saya… saya pribadi merasa tertusuk dengan pertanyaan itu dan terngiang ngiang dari pikiran saya sendiri.. kemudian saya mengingat kembali rutinitas harian saya.. mempertanyakan hati saya akan cinta saya… selama 22 tahun saya didunia ini, seberapa besar saya memperjuangkan cinta saya pada pencipta saya.. apa yang telah saya lakukan? apakah saya sudah memenuhi perintah-perintahnya? saya ga akan menjawabnya disini karena biarkan saya dan Allah yang saling tahu jawaban apa saja… kemudian dari semua renungan renungan itu…

suatu pemikiran muncul dari benak saya “hidup saya adalah milik Allah, dan apa yang ada yang saya jalani sepanjang hidup saya adalah karena kemurahan dan kasih sayang Allah. orang bisa saja pergi dikala susah namun saya selalu punya Allah disisi saya saat apapun juga.. rasa bahagia, sedih, kecewa, tertawa semua karena Allah masih menyayangi saya hingga Allah memberikan saya suatu masalah dan Ia bersama saya untuk melewatinya. sebuah rasa syukur seharusnya tidak hanya menjadi sekedar kata syukur karena rasa syukur itu berarti kita merasa senang dan ridha serta ikhlas akan apapun yang terjadi yang dikehendaki olehNya. ikhlas dan ridha tentu bukan hal mudah.. ketika kita ikhlas maka semua hal menjadi kecil.. dan ketika kita ridha maka rasa cinta dan sayang akan terus tumbuh yang dimana kita akan mengusahakan apa yang dicintai kekasih kita. ya hidup butuh ikhlas dan ridha..  kemudian gue yang paham betul bahwa hidup gue yang seyogyanya bukan milik gue ini bertanya akan tujuan hidup gue.. apa tujuan dari penciptaan gue ini? dalam surat adzzariyat:56 gue menemukan jawaban gue.. disitu gue merasa harus melakukan sesuatu baik itu untuk hidup gue pribadi dan umat.. bukankah setiap manusia adalah pemimpin? bukan kah dakwah berarti adalah kewajiban bagi seluruh umat? dan semua dimulai dari sebuah titik, berawal dari seorang individu… perubahan itu harus diupayakan.. tujuan harus diusahakan tanpa kata menyerah.. bismillah gue bertekad untuk hijrah, hijrah dari diri gue yang cuma begitu-begitu aja..”

jadi kawan, ulan mohon bantuannya untuk bisa menjadi lebih baik.. mohon bimbingannya dan mohon untuk diingatkan.. mohon maaf atas semua hal yang pernah ulan lakukan… ^^

cinta… jika cinta yang dia maksud akan cinta kepada kedua orang tua..

“seberapa cintakah saya terhadap sang kedua orang tua saya? apakah saya telah mencintai keduanya dengan segenap hati saya?”

cinta bukan hanya sekedar kata, dan cinta itu butuh sebuah action..

jika orang bertanya siapa yang memperkenalkan individu akan makna cinta dalam dunia ini maka tentu jawabnya adalah kedua orang tua kita, dan jika lo bertanya akan adakah cinta yang tulus di dunia ini? maka gue akan menjawabnya.. ada, cinta kedua orang tuamu… ulan sangat bersyukur dikaruniai Allah kedua orang tua yang luar biasa, mereka mencintaiku dengan sepenuh hatinya tanpa ada batasan.. bukan dengan ribuan kata manis memang, tapi bukankah cinta itu bukan sekedar kata?  semua yang dilakukan ayah dan ibu lebih dari sekedar bukti bahwa cinta itu ada dan bukan dalam fiksi.. bukan hanya cinta yang diberikan, namun pelajaran akan mencintai sang Khalik dan sesama juga yang diajarkan beliau.. tidak dalam sekedar kata atau petuah..

kemudian gue mempertanyakan kembali diri gue, setelah sekian lama dan sekian banyak yang udah kedua ortu gue lakukan untuk gue.. sudahkah gue melakukan sesuatu yang membuat ortu gue bahagia?

nggak mudah buat gue untuk tau apa yang kedua ortu gue suka dan tidak suka.. bukan hal mudah untuk figure out harus menjadi seperti apa.. gue pernah berfikir bahwa ketika gue melakukan semua hal dengan sempurna maka gue akan membahagiakan kedua orang tua gue.. semua upaya diusahakan namun takdir terkadang berkata lain dari sebuah rencana.. gue awalnya mikir mereka sangat amat kecewa dan segala hal hal negatif dipikiran gue bakal ada dibenak kedua orang tua gue, tapi kemudian gue figure it out “bukan menjadi sempurna yang menjadikan seseorang bahagia, tapi ketika ada rasa tulus dalam hati kita untuk membahagiakan seseorang maka hal kecil pun menjadi sempurna… semua yang dari hati akan terasa dihati juga..”

cinta,

nah cinta yg terakhir ini yang sebenernya ditanyakan,

cinta terhadap lawan jenis.. hmm ini cinta yang sering banget bikin orang uring-uringan terutama remaja ababil.. haha

pandangan cinta yang seperti ini menurut saya seperti apa?

saya pribadi tersentak dengan pertanyaan ini, kenapa?

Cinta bisa anugrah juga musibah yang diberikan oleh sang Khaliq kepada manusia yang merupakan salah satu fitrah bagi manusia..

dalam surat Al-Imran:14 Allah SWT berfirman yang artinya:

Telah ditanamkan pada manusia rasa indah dan cinta terhadap wanita, anak-anak, harta yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan,hewan ternak, dan lahan pertanian. itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah lah tempat kembali yang baik”

dalam kitab Fi Rihabi I Ukhuwwah karangan DR. A’idh Al-Qorni pula dijelaskan bahwa cinta itu terbagi menjadi dua, cinta yang bersifat fithri jibili (sudah fitrah manusia diciptakan dengan sifat cinta seperti itu) yang dimana seorang hamba tidaklah dicela karenanya. Sebab Allah SWT lah yang telah menciptakannya diatas fitrah seperti itu seperti cinta terhadap makanan, anak, istri, teman-temannya. adapun cinta lainnya bersifat sababi kasbi ialah cinta iradi (kehendak dan pilihan manusia nya sendiri), dimana Allah akan menghisab manusia atas cinta ini jika sampai memalingkannya untuk selain mencari keridhaan Allah.

Jadi, yang saya pahami mengenai cinta terhadap sesama manusia seyogyanya memang fitrah kita untuk merasakannya begitu pula terhadap lawan jenis, namun ketika yang disebut cinta antar lawan jenis memang tidak sesederhana itu dan harus berhati-hati karena mencintai itu  bukan sekedar tertarik dan ingin memiliki yang dimana bisa menjerumuskan diri kita sendiri kedalam hal yang di benci Allah, yaitu zina.

Sebagai seorang perempuan tentunya normal ketika senang diperhatikan dan ada rasa ingin memperhatikan kembali.. dan itulah yang saya takut semenjak dulu, mungkin orang akan bilang saya agak kulot atau aneh.. semenjak kecil (usia sd lah) saya berfikir begini setelah membaca cerita bersambung ayat-ayat cinta dikoran republika, (ya saat itu ayat ayat cinta belum dinovelkan dan belum hits menjadi film.. mungkin teman-teman pasti bertanya memang ada yah?masa iya anak sd baca koran? iya ada cerita bersambung di republika. Dan republika pernah menerbitkan ayat ayat cinta baik ayat ayat cinta 1 dan ayat ayat cinta 2 di kolom cerita bersambung..  anak sd baca koran? ya, dari kecil ibu membiasakan anak anaknya setiap hari sabtu minggu untuk baca koran.. ya hal hal yang pendek aja sih yg saya baca kayak kolom cerita bersambung,dll )

“Mencintai seseorang itu kan bukan sebuah permainan, saya ingin jatuh cinta sekali dan untuk selamanya nanti kalau saya sudah besar.”

Ketika saya smp, beberapa teman saya mulai pacaran dan saya sering kelimpahan cerita ceritanya. hmm saya pernah kepikiran untuk pacaran sebetulnya saat smp dan sma, ya seperti perempuan lainnya, perempuan itu senang diperhatikan begitupun saya. hahaha..  Dan oh ya, jamannya remaja itu kayaknya ada semacam ada semboyan yang tidak tertulis ‘kalau nggak pacaran itu ga gaul’ , adanya semboyan itu pun hampir membuat keyakinan saya goyah.. haha tapi saya kemudian berpikir setiap ada teman yang cerita bagaimana hubungannya yang putus-nyambung

“ketika kita mencintai seseorang mengapa dengan mudahnya seorang menyatakan cinta dan beberapa bulan kemudian membenci seakan mereka tidak kenal satu sama lain? apa sedangkal itu sebuah hubungan?”

Namun ternyata Allah masih sayang sama saya, keinginan untuk pacaran itu teredam dengan sendirinya.. hahaha. cobaan itu nggak berhenti disitu saja, godaan untuk pacaran dateng lagi ketika saya masih tingkat 1 dinangor.. wiiih namanya juga mahasiswa rantau, jauh dari orangtua semua nya yah ngurus sendiri. Ada seseorang yang sangat baik dan begitu perhatian, tentu semua orang senang  diperhatikan begitupun saya tapi kemudian saya teringat kepada nasihat ayah saya ketika pertama kali masuk kuliah ‘ Dek, laki-laki itu jahat, hati-hati sama laki-laki jangan mudah percaya’ kata kata itu membuat logika saya jalan dan ikut menimbang secara balance mengimbangi sang hati yang aduh kalang kabut dibuatnya.

Oh ya, selain itu nenek, tante atau om yang kadang suka ngeledekin ‘mana pacarnya? mana calonnya kok nggak pernah dibawa?’ atau yang lucunya nenek saya pernah bilang gini ‘dek anak ibu ******* ini udah pulang loh dari ** , dia juga belum punya pacar loh dek’ haha saya mah cuma bisa ketawa aja tapi yah mikir juga ” iya yah apa mungkin udah saatnya untuk berfikir ke arah situ” dan kemudian saya bertanya kepada diri saya sendiri.. “apa tujuan dari sebuah hubungan? pernikahan.. kalau sudah menikah bagaimana? menikah itukan untuk seumur hidup.. apa aku siap? kalau menikah  nanti apa yang harus dilakukan? rumah tangga seperti apa?”

Cukup memakan waktu untuk menjawab pertanyaan itu, dan memang belum semuanya terjawab..   tiga tahun yang luar biasa dalam kehidupan saya ini membuat pikiran saya lebih terbuka termasuk perkara ini, perkara cinta dan pernikahan..  kalau dulu waktu remaja mungkin saya berfikir bahwa saya mengagumi seseorang yang rupawan,keren dan sebagainya, kini saya paham bahwa rasa suka itu saja tidak cukup dalam sebuah pernikahan kelak. pernikahan saya belum tentu bisa cukup bahagia dengan itu saja.. “suami saya kelak adalah ayah dari anak anak saya.. sosok Ayah seperti apa yang diharapkan anak saya?” pertanyaan dibenak saya itu membuat saya lebih merenungi lagi dan bertanya kembali, jadi “calon suami seperti apa yang harus saya cari?” dan terus bertanya tanya dalam hati “apakah dia orangnya?” setiap dekat atau tertarik dengan seseorang.

lelah saya mencari jawaban dari pertanyaan pertanyaan saya itu, dan kemudian surat Qs.An Nur: 26 seakan mengingatkan saya :

“Perempuan yang keji untuk lelaki yang keji , dan lelaki yang keji untuk perempuan yang keji pula sedangkan Perempuan yang baik untuk lelaki yang baik , dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik pula”

dan saya teringat kajian ghawzul fikri yang salah satunya dibahas tentang bagaimana ayah dan ibu Muhammad Al-Fatih yang dipertemukan oleh Allah dalam bertemu jodoh yang berdoa dan mendambakan memiliki anak keturunan yang dapat membebaskan konstatinopel, dan janji Allah pasti mereka dipertemukan dan anak keturunannya Muhammad Al-Fatih berhasil merebut konstantinopel.

seakan menjawab pertanyaan saya, saya tidak perlu mencarinya dan berlarut larut dalam memikirkannya, tapi yang perlu saya lakukan adalah terus memperbaiki diri, mempersiapkan diri saya dan meminta kepadaNya tanpa putus. dan dari semua perjalanan panjang saya dalam memikirkan pertanyaaan pertanyaan itu, ada

“saya tidak perlu di sms,chat menanyakan kabar bermanis-manis atau diberikan hadiah dan janji janji.. jika memang adanya ia seseorang yang memang Allah takdirkan untuk saya maka Allah akan memberikan jalan.. dan jikalau memang ia Seorang lelaki yang akan menjadi suami saya kelak, maka ia akan datang ke Ayah saya untuk meminta.. dan sesungguhnya hal yang paling romantis bukan lah sebatang coklat atau hadiah hadiah, tapi ketika ada seseorang yang berupaya dan berusaha dengan segenap hati, jiwa dan raga nya untuk sampai mengucapkan ijab qabul atas nama saya.. jadi biarlah hati ini saya kunci dulu, sampai nanti ia datang :D”

puisi

oh ya tapi buat calon suamiku kelak, jangan diem terus aja yah jatuh cintanya, nanti kita kapan ketemunya atuh.. hahaha

sudah jam 10.30 malam dan sepertinya hanya bisa segini dulu postingannya, ada banyak hal yang sebenarnya ingin saya ceritakan baik itu berbagi cerita tentang pengalaman saya volunteer, organisasi, dan beberapa pemikiran pemikiran saya lainnya baik tentang kondisi sosial ekonomi saat ini, pandangan saya tentang pernikahan, sistem pendidikan, kondisi kesehatan indonesia dan lain lainnya…

Wassalamualaikum Wr Wb

 

 

 

One thought on “Bicara Cinta.. ? (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s