Keutamaan Keutamaan dalam Menjaga Sunah Rasul: Menjaga Wudhu

Assalamualaikum Wr Wb
Ada beberapa sekelibat lintasan-lintasan dikepala gue waktu kecil “kalau kita mencintai seseorang maka kita akan mengekspresikannya dengan memberikan perhatian dan melakukan hal yang dicintai orang yang kita kasihi tapi bagaimana jika kita mencintai Rasul? Bagaimana caranya kita mengekspresikannya?menunjukkan rasa cinta kita?”
Kemudian gue menemukan beberapa jawabannya, mencintai Rasulullah hanya perlu melakukan beberapa hal sederhana..
ya Hal yang sederhana…
Hal yang sederhana terkadang amatlah bernilai, dan terkadang sangat amat sulit dilakukan… Rasulullah SAW yang merupakan panutan kita, baik dalam ucapan, prilaku beliau yang kita kenal dengan Sunnah Nabi.. menjalankan sunnah nabi merupakan hal yang pastinya sangat dicintai Rasulullah SAW dan disukai Allah SWT karena Beliau merupakan Habibullah, Kekasih Allah yang dimana sangat Allah Muliakan.. Apa sajakah dan bagaimana kah keutamaan dalam menjalankan sunnah Rasul?
Rasulullah SAW bersabda “Sungguh, umatku akan dipanggil nanti pada hari Kiamat dalam keadaan bercahaya disekitar muka, tangan, dan kaki, karena bekas wudhu. Karena itu, barangsiapa diantara kalian sanggup melebihkan basuhan wudhunya (melebihi yang telah difardhukan pada muka, tangan dan kaki), maka hendaklah ia melakukannya.” (HR Bukhari dan Muslim)
 
Menghapus Dosa

Allah SWT Maha Pengasih. Dia memberikan nikmat kapada kita berupa wudhu. Saat segarnya air mulai membasahi kulit, dosa dosa yang pernah kita lakukan juga berguguran bersamaan dengan tetesan tetesan air yang jatuh ke tanah.

Rasulullah SAW bersabda “Jika seorang muslim atau mukmin itu berwudhu, maka ketika ia membasuh mukanya, keluarlah setiap dosa yang dilakukan oleh kedua matanya, karena melihat sesuatu yang diharamkan. Hilangnya bersama-sama dengan air itu bersama-sama dengan tetesan air terakhir. Jika ia membasuh kakinya, maka keluarlah dosa yang diperbuat oleh kedua kakinya, karena digunakan berjalan pada jalan yang tidak benar, bersama-sama dengan air atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir, sehingga ia bersih dari dosa.” (HR Muslim)

Sebagai manusia, kita pasti pernah tergelincir berbuat dosa, baik disadari maupun tidak. Karena kita bukan malaikat yang tidak dilengkapi nafsu-sebagai pintu masuk perbuatan dosa itu. Dosa itu bisa menyangkut hubungan langsung antara kita dengan Allah SWT, bisa pula menyangkut hubungan kita dengan sesama manusia.

Allah menggugurkan dosa-dosa lewat basuhan basuhan air wudhu, maupun memberikan ampunan lewat istighfar-tanpa perantara.

Dekat dengan Allah SWT
Menjaga wudhu artinya menjaga kesucian diri lahir dan batin. Mungkinkah orang yang menjaga wudhu, tidak menjaga shalatnya?Mungkinkah orang yang menjaga wudhu, tidak menjaga pandangan matanya?Mungkinkah orang yang menjaga wudhu, tidak menjaga pendengaran dan lisannya dari perbuatan dosa? Jawabannya; Mungkin saja…

Karena manusia tidak ada yang sempurna. Dia bisa tergelincir ke dalam perbuatan dosa. Dosa bisa dilakukan oleh kedua matanya, kedua tangannya, lisannya, ataupun anggota badan lainnya.

Saya berhusnuzan, mereka yang menjaga wudhu akan berusaha juga menjaga shalatnya agar tepat waktu. Mereka yang menjaga wudhu akan berusaha menjaga matanya dari pandangan yang diharamkan.Mereka yang menjaga wudhu akan berusaha menjaga kebersihan lisannya, pengelihatannya, dan seluruh anggota tubuhnya dari perbuatan dosa.

Buah dari perbuatan baik adalah mengundang perbuatan baik adalah mengundang perbuatan-perbuatan baik setelahnya. Ibnu Qayyim menuturkan tentang perkataan ulama salaf: “Sesungguhnya hukuman bagi kejahatan adalah lahirnya kejahatan setelahnya dan pahala kebaikan adalah lahirnya kebaikan setelahnya”

Mereka yang membersihkan diri dari dosa, akan dekat dengan Allah SWT. Mereka yang dekat dengan Allah SWT akan mendapatkan fasilitas-fasilitas dari Allah SWT. Bila dekat dengan raja bisa menjadikan diri kita terhormat, maka dekat denan Allah SWT yang merupakan Raja Diraja tentunya akan jauh lebih terhormat.

Menjaga wudhu artinya dekat dengan kesucian, baik suci lahir maupun dan bathin. Menjaga Wudhu artinya dekat dengan kebaikan. Dan kebaikan akan mendekatkan kita kepada Allah SWT.

Pintu Meraup Pahala
Bila memiliki wudhu, kita bisa langsung shalat. Tahiyyatul masjid saat memasuki masjid. Kita juga bisa langsung menunaikan shalat fardhu saat iqamah berkumandang terlebih lagi ketika saat berada di masjid, kita tak perlu mengantri lagi untuk mengambil air wudhu yang terkadang menyebabkan kita tidak bisa menempati shaf paling depan yang mengandung keutamaan. Saat ada mushaf, dengan memiliki wudhu kita bisa langsung bertilawah dan begitu juga pada waktu-waktu shalat sunnah, seperti shalat dhuha. Singkatnya, senantiasa menjaga wudhu akan menjadikan kita berpeluang dalam meraup kebaikan dan pahala sebanyak-banyaknya.

Rasulullah SAW bersabda, “Malaikat memintakan ampun dan rahmat untuk seseorang diantara kalian, selagi dia berada ditempat shalatnya yang baru ia selesaikan, selagi tidak berhadas. Malaikat berdoa: ‘Allahummaghfir lahu allahummarhamhu (Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah rahmatilah ia)’ ” (HR Bukhari)

Adapula doa sesudah wudhu yang bisa kita amalkan agar pahala kita bertambah besar. Umar bin Khaththab ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda “Tidak seorang pun diantara kalian yang berwudhu dengan menyempurnakan wudhu kalian, kemudian mengucapkan, ‘Asyhadu an la ilaha illah wahdahu la syarikalah wa ‘asyhadu anna muhammadan abduhu warasuluh (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT, tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya)’, kecuali ia dibukakan pintu-pintu surga yang delapan, yang bisa ia masukin darimana pun yang ia suka.” (HR Muslim)

Cemerlang di Wajah
Wudhu akan menjadikan wajah kita cemerlang. Pun nanti di akhirat, wudhu yang kita lakukan akan menjadikan wajah kita bersinar terang. Rasulullah SAW akan mudah mengenali pancaran dahi kita (umatnya) apabila sering terbasuh air wudhu sebgaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits,

Sungguh, umatku akan dipanggil nanti pada hari Kiamat dalam keadaan bercahaya disekitar muka, tangan, dan kaki karena bekas wudhu. Karena itu, barangsiapa diantara kalian sanggup melebihkan basuhan wudhunya (melebihi yang telah difardhukan pada muka, tangan, dan kaki), maka hendaklah ia berbuat” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam  hadits yang lain, Abu Hurairah bercerita bahwa Rasulullah SAW datang kekubur dan mengucapkan: “Assalamualaikum dara qaumin mu’min wa inna insya Allahu bikum lahiqun’, Aku senang sekali bila melihat saudara-saudaraku.”

Para sahabat bertanya, “Bukankah kami ini saudaramu, wahai Rasulullah?”

Beliau Rasulullah SAW menjawab, yang artinya “Kamu sekalian adalah sahabatku. Adapun saudara-saudara kita adalah orang-orang yang belum datang.”

Para Sahabat bertanya, “Bagaimana engkau mengetahui umat yang belum datang dari umatmu, wahai Rasulullah?”

Rasulullah SAW menjawab, “Bagaimana pendapatmu jika seandainya ada seseorang yang mempunyai seekor kuda putij cemerlang berada ditengah-tengah kuda hitam pekat; apakah ia tidak mengetahui kudanya yang putih cemerlang itu?”

Para sahabat berkata, “Pasti mengetahui, ya Rasulullah.”

Beliau(Rasulullah SAW) bersabda, “Sesungguhnya saudara-saudara kita itu akan datang dalam keadaan putih cemerlang karena wudhu dan aku akan membimbing mereka ke telaga (al-Kautsar)” (HR Muslim)

Resep Sehat Gratis

Salah satu jalan untuk mendapatkan kesehatan adalah dengan menjaga kebersihan, baik kebersihan diri, pakaianm rumah maupun lingkungan. Kebersihan diri salah satunya kita dapatkan dengan rajin berwudhu.

Itulah nikmat Allah SWT berupa wudhu. Dengan basuhan demi basuhan yang menyegarkan, Allah SWT menyiapkan kita untuk menghadapNya. Bila saat hendak menunaikan shalat kita berada dalam kondisi segar, maka saat menyambut panggilan kerja tubuh kita akan menadi lebih bugar.

Pengaruh terhadap Etos Kerja & Kinerja

 Apakah ada pengaruh wudhu terhadap peningkatan etos kerja dan kinerja? Sepintas tidak ada. Namun jika kita menggali filosofi wudhu, kita akan merasakan bahwa wudhu akan memengaruhi etos kerja.

Berwudhu yang diidentikkan ketika hendak shalat, bila dilakukan dengan ikhlas dan benar, akan memengaruhi sikap hidup dan produktivitas kita dalam bekerja.

Dikisahkan bahwa Ali bin Husein, tatkala selesai berwudhu mukanya kelihatan pucat. Ketika ditanya, ia menjawab, “Tidak tahukah kalian, dihadapan siapa aku hendak berdiri?” Rasa takutnya kepada Allah SWT menjadikan roman mukanya berubah saat berwudhu, karena sebentar kemudian ia akan menghadap kepadaNya, kepada Zat Yang KeagunganNya tiada tertandingi.

Bila kita mengerjakan wudhu dengan benar, kita akan merasakan setiap basuhan dan tetesan air yang mengguyur, membayang bahwa Allah SWT mulai menggugurkan dosa-dosa kita, kemudian Allah SWT juga memanggil kita untuk menghadapNya,rasa takut kepadaNya pun hinggap di hati kita. Takut akan siksa dan NerakaNya pun akan senantiasa berhati-hati dalam menjalani hidup agar tidak tergelincir kepada perbuatan dosa dan kemaksiatan. Sehingga kita akan bertanggung jawab atas apa yang menjadi tanggung jawab kita serta berusaha sebaik mungkin dalam menjalani peran kita sebagai profesi maupun sebagai anggota keluarga.

Source:
Fadlan al-Ikhwani. Dahsyatnya 7 Sunnah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s