KICAUAN IRRASIONAL BURUH

Selamat Malam… wiih temanya berat yah malam ini? Ya, sambil ngaso tadi ga sengaja buka facebook dan ngeliat temen ngeshare “Emang enak jadi dokter” dan membuat gue jadi ingin menulis mengenai peristiwa hangat yang menjadi isu terkini… demo buruh.. oke ini emang gede banget peristiwa nya.. setidaknya ini membuat kemacetan dimana-mana di Jakarta dan itu sangat menyebalkan!

Kenapa gue bilang irrasional? Lan lo ga tega yah sama buruh? Oke memang betul bahwa buruh itu memang mungkin keadaannya belum bisa hidup memadai.. dan jam kerja mereka katanya padat banget.. gue juga mikir gitu awalnya.. kasian… tapiii beberapa hari yang lalu gue baca republika dan ajigile tuntutan buruh… irrasional

Tuntutan KHL Buruh adalah:

  • Jaket kulit
  • Parfum,Body lotion,pembersih wajah,kosmetik, lipstick
  • TV minimal 19′ ,dispenser,mesin cuci
  • Pajamas dari bahan katun
  • HP MINIMAL 1 dengan PULSA
  • Gaji min 3,7 juta

Tetapan KHL buruh dari pemerintah(sorry klo ada salah,gue lupa detailnya):

  • Beras, Daging, Buah dan sayur-sayuran
  • Deodorant, sisir,sabun
  • Kontrak rumah/kosan
  • Koran,Radio
  • Pakaian katun
  • Gaji min 2,4 juta( pengusaha menawarkan 2,29 juta)

 

Irrasional kan? Menurut gue irrasional.. kenapa? Karena.. plis.. jaket kulit.. lo mau kerja atau mau hangout pk jaket kulit? Kenapa ga sekalian minta paket perawatan erha aja mba? Kenapa ga minta Harley sekalian? Maaf yah maaf.. tapi menurut gue tuntutan mereka bodoh.. kalau gue nih jadi mereka, hal yang gue minta adalah.. 1. Beasiswa pendidikan anak. 2.Asuransi Kesehatan. 3.Bantuan Kredit rumah. 4.Jam Kerja manusiawi. 5.Sembako. 6.Gaji naik. kenapa gue minta itu? Karena 1. Pendidikan itu penting dan mahal. Kalau anak gue pendidikannya tinggi,nanti nya akan ada perbaikan keadaan ekonomi. 2. Asuransi kesehatan<- biaya rumah sakit mahal dan sakit adalah hal tak terduga. 3.Bantuan Kredit rumah<-rumah sekarang mahaal, dan klo gue punya rumah, gue ga perlu ngontrak dan duitnya bisa gue tabung. 4.Jam kerja manusiawi<-udah jelas lah yah. 5.Sembako<-kebutuhan pokok biar gue sekeluarga bisa makan.

Maaf para buruh, kali ini saya pro pemerintah. Hal ini disebabkan oleh tuntutan kalian yang mengada-ada. Tidakkah kalian pikirkan bahwa dampak dari demo kalian bisa berakibat kepada chaos nya perekonomian Indonesia? Bagaimana jika investor hengkang dari negri ini dan akhirnya kalian harus luntang-lantung ga ada kerjaan?siapa yang rugi? Hidup udah susah bung! Bukan berarti kalian tidak boleh menuntut hak kalian, tapi yah mbok yang rasional toh mba.. jaket kulit dll itu namanya bukan kebutuhan tapi prilaku konsumtif. Kenapa konsumtif?karena tidak sesuai prioritasnya..

Pak, Bu buruh.. yang susah bukan anda aja kok, itu bapak-bapak, ibu-ibu pengusaha juga lagi susah karena kenaikan dollar yang signifikan akhir-akhir ini.. dan for your information, masalah gaji pun masih banyak dokter ,guru, dll pun gaji nya ga besar sebesar kalian, seperti di postingan blog diatas. Gue kutipin yah.. “ Setelah lulus dokter, saya langsung diterima bekerja di klinik yang cukup punya nama. Gedungnya bertingkat, full AC, berlift dan kebanyakan pasiennya adalah orang kantoran yang bekerja di gedung yang sama. Pikiran orang (termasuk teman kost saya) waktu itu selalu “Wah kan kamu udah dokter, udah kerja, pasti kaya raya.” Sayang sekali, asal tahu aja nih, “gaji” yang saya peroleh adalah harian. Setiap hari, saya diberi uang duduk Rp. 6000,00 saja. Kebayang engga, langsung habis kepotong uang parkir:))) Kalau ada pasien lain lagi, per orangnya saya mendapat tambahan RP. 5.000,00. Alhamdulillah, sedikit pun tidak pernah saya sesali.

 Kalau mau hitung-hitungan, uang yang saya dapatkan dari “pekerjaan sambilan” saya jauuuuh lebih banyak dibandingkan dengan menjadi dokter. Selain itu, bekerja sebagai penyiar tidak berisiko tinggi, setidaknya engga bawa-bawa nyawa orang. Menyenangkan pula, bisa bertemu dengan artis-artis, mendengarkan lagu terbaru, tempatnya berAC, tanpa modal, dengan jam kerja yang masuk akal. Saya masih bisa nongkrong di mall, nyalon atau sekedar membaca buku di rumah. Lebih masuk akal dibanding dokter yang sepertinya harus menjadi seperti dewa, tidak boleh berhenti bekerja. Tapi saya engga pernah menyesal sedikit pun menjadi dokter walaupun kenyataannya “bayarannya” tidak sebanyak yang dibayangkan orang.

Ada yang membandingkan dokter dengan buruh. Dengan pendidikan terakhir SMP, buruh menuntut gaji kepala 3 koma sekian juta. Sementara dokter yang belajar dan sekolah sekian lama serta mahal, di pelosok dimana listrik pun kadang ada kadang engga “hanya” digaji pemerintah 1,2 juta/bulan. Itu pun selalu macet, terkadang baru keluar 3 bulan kemudian. Hari gini 1,2 juta/bulan? Mungkin banyak yang engga percaya, tapi begitulah keadaannya:)
Ada juga yang membandingkan dokter dengan anggota DPR. Ini sih saya no comment ah:p”<- belum lagi jika ternyata lo harus jadi dokter diplosok.

Contoh konkret yang saya tahu adalah ibu saya. Beliau seorang guru yang sudah mengabdikan dirinya ke Negara selama 28 tahun dengan penuh dedikasi yang tinggi, dengan pangkat IV b gaji pokok nya pun tidak melebihi angka 4 sepertinya. Dan perlu diketahui dana sertifikasi guru sering tersendat dan sifatnya jadi dirapel. Pekerjaan ibu sebagai seorang guru menuntutnya untuk mengeluarkan energy, daya pikir(kecerdasan),perhatian,waktu dan bahkan uang untuk murid yang didiknya. Namun, tanpa merasa lelah dan bosan, ibu tetap menjalaninya dengan ikhlas tanpa menuntut(rasanya hampir semua guru seperti itu). Mungkin dokter, TNI,Polisi dan lain-lainnya juga kurang lebih seperti itu. Rasanya ironi sekali ketika mereka yang berdedikasi tinggi dan mereka sekolahnya lama dan mahal loh… yang mereka lakukan bukan hanya ketrampilan tapi juga menyangkut kecerdasan dan tanggung jawab yang berat ( lo bayangin aja klo dokter asal-asalan.. orang yang bisa mati.) saja kondisinya begitu tidak menuntut banyak(dalam hal ini seperti hal yang neko-neko kyk jaket kulit tadi :p).

 

Jadi setiap pekerjaan punya konsekuensi nya dan itulah hidup. Anda boleh minta hak anda, tapi juga anda harus rasional bung. Saran saya nih yah.. ambil saja itu usulan pemerintah.. lo nggak perlu jaket kulit atau mungkin perawatan kulit dari dokter kulit kok(haha facial&peeling itu nyiksa nya setengah idup loh.. :p).sekian dari saya, kalau ada salah kata.. yaaah tolong dimaafkan aja deh.. hehe.. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s