rindu angin senja

again sweta kartika menginspirasi gw untuk membuat puisi, enjoy read this sad poem, galau ga ditanggung..

 

“sendu hujan di dinginnya senja,

menghembuskan sejuta pertanyaan pada dedaunan..

angin pergi menyiksa sukma,

tak kuasa membuyarkan fikir,

membaca tiada semudah berimaji,

tiada imaji seharusnya tertulis

karena pelangi hanya berjumpa sebentar,

dan angin berjalan terlalu cepat..

rindu tiada boleh singgah,

ia harus terhapus,

karena jalan didepan penuh dengan hantu,

andai angin berjalan lebih pelan,

dan menghabiskan sejuta hari lagi lamanya,

untuk menyanyikan lagu yang tiada sendu,

sendu itu menyakitkan,

rindu ini menusuk,

menyayat sukma,

merobek harga diriku..”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s