teruntuk kakak,

kepada angin yang datang,

entah sekedar membawa kesejukan semu,

atau memang adanya untukku,

pertemuan memang begitu indah,

meski mungkin tiada begitu dengan pikirmu,

atau hanya pikirku saja yang mengatakan

“aku senang berjumpa”,

kini aku hanya tersadar,

angin tiada terperangkap dalam ruang yang satu,

atau tiada kini saatnya sang angin berdiam berlabuh,

tetapi untuk angin yang seperti hantu..

aku hanya ingin membisikkan pesan,

“aku melihat pelangi,

kala melihat senyum simpulmu,

aku senang menatap mata,

mata yang terkadang sayu karena lelah,

aku senang menatapnya,

karena matamu berbisik ‘aku menatap masa depan’,

aku tersenyum kala mendengar ucapanmu,

meski itu hanya berisi narsisme yang konyol,

atau berisi pandangan hidupmu,

dan rancangan hidupmu yang keren itu,

aku tiada kuasa tertawa kecil,

ketika melihat dirimu yang memusatkan pikiran,

mengepalkan tangan kedepan ,

yang tampak seperti power ranger mau berubah,

aku pula menunggu balasan pesan pendekmu,

yang terkadang mengecewakan,

aku senang kala,

bertanya banyak hal yang mungkin sudah kuketahui,

karena ketika menjawabnya,

kau tampak keren,

aku senang berjumpa,berbicara,dan mengenalmu,

karena kau orang yang baik,”

kepada angin,

aku tau angin itu datang dan pasti akan pergi,

tapi terima kasih..

terima kasih karena telah menjadi inspirator,

terima kasih karena telah menjadi pendengar yang baik,

terima kasih karena telah menjawab pertanyaan-pertanyaanku,

terima kasih karena telah menjadi motivator,

terima kasih untuk duduk dan mencicipi resep-resep gagalku,

terima kasih untuk mengajari,

terima kasih untuk berdiskusi,

terima kasih untuk playlist lagu yang melodinya indah,

terima kasih untuk menjadi seorang kakak untuk adik kecil ini,

adik kecil ini,

terus akan belajar,

terus akan berlari mengejar cita,

terus tersenyum, tertawa,

terus berdiskusi,

terus menulis,

dan nanti nya aku pula ingin piawai sepertimu,

adik kecil ini telah banyak belajar darimu,

banyak hal,

adik kecil ini pula inginkan satu permintaan,

“tetaplah jadi kakakku,

yang menginspirasi,

mendengarkan,

memotivasi,

berdiskusi,

tersenyum,

tertawa,”

karena nanti kala tiada berjumpa lagi,

akan terasa canggung jikalau,

kau tiada mengenalku,

teriring salam,

adik kecilmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s