kepada jendral

kepada jendral,

kepada ia yang selalu kuharapkan katakan,

“aku bangga padamu”

“kau telah melakukan semua nya dengan baik”

dua kata itu saja,

maka aku tiada lagi berjalan diraksa,

tidak, bukan perkataan yang tiada tulus dari hatimu,

karena jendral,

tiada peduli aku dengan cuap mereka,

jikalau ada sepatah kata darimu,

aku tiada tau bagaimana harus berlaku,

aku tiada tau harus seperti apa menjadi sempurna,

aku tiada tau bagaimana bisa membuatmu tersenyum,

karena takdir seolah berkata lain,

kepada jendral,

jikalau sajak bisa bicara,

atau surya bisa menulis,

ia pasti telah suratkan kau,

“dia berusaha, dia menyayangimu,

dia hanya ingin menjadi anak bidak yang goreskan senyum dibibirmu,

dia pula menangis,

karena tiada Tuannya berkehendak seperti harapannya hari ini,

dia menangis dan terus hidup di air raksa,

dia hanya ingin melihatmu tersenyum dengan dirinya yang juga tersenyum,

dia mungkin bisa gila nanti,

dia.. dia.. dia tak punya kata kata lagi” 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s