dongeng

aku sekali lagi menulis,

tentang yang seharusnya lupa,

aku membencinya,

kala pikirku tak bisa ku kendalikan,

walau aku tak bisa melacak jejak,

dan tidak ingin karena membencinya,

namun fikirku sejenak teringat dan terpaku olehmu,

entah berapa roman yang terurai bak banjir,

saat mulai mengetikkan satu huruf ke huruf lainnya,

aku bahkan tak pikirkan diksi mana,

komposisi bagaimana,

aku hanya rindu,

tapi pula aku tak ingin merindu,

karena hidupku berjalan baik,

entah reuni keberapa telfon rumahku berdering,

dan itu pasti kau,

entah sms atau bbm mengingatkan reuni keberapa kalinya,

itu pasti kau,

dan aku hanya bisa katakan maaf,tidak bisa

karena ku tau kau pasti akan hadir,

aku acapkali takut berjalan sendiri dikeramaian

dan bertemu lagi denganmu,

aku mengatakan dongeng itu hanya mimpi buruk,

tapi kau bilang padaku,

dongeng itu kenangan yang indah,

aku hanya tak bisa percaya,

atau membedakannya,

aku hanya terkadang berharap berjumpa,

dan berkhayal lagi,

dengan tawa renyah,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s