Pluralisme,,

heei,,, jadi kan waktu itu disuruh bikin essay sejarah mengenai komunitas-pluralisme,, dan kak bara, menyarankan saya untuk mengepost juga diblog saya ini,, jadi ini diaaa pemikiran saya tentang pluralisme,, dan terima kasih terhadap pemilik blog ini:

http://smartpsikologi.blogspot.com/2007/08/pluralitas-etnik-di-indonesia.html

http://tasarkarsum.blogspot.com/2007/09/teori-pluralisme.html

kedua blog diatas membantu saya menemukan dasar ilmu penulisan saya,,

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, Komunitas adalah  kelompok organisme (orang dsb)yang hidup berinteraksi di dalam daerah tertentu; masyarakat; paguyuban. Plural adalah a Ling jamak; lebih dr satu. Sedangkan  pluralisme adalah keadaan masyarakat majemuk (bersangkutan dengan system social dan politiknya). Sementara itu, Nurcholish Madjid (Cak Nur) menerjemahkan pluralisme sebagai suatu sistem nilai yang memandang secara positif-optimis terhadap kemajemukan itu sendiri, dengan menerimanya sebagai kenyataan dan berbuat sebaik mungkin berdasarkan kenyataan itu. Sedangkan Adian Husaini memandang pluralisme sebagai sebuah paham (isme) tentang pluralitas.

Menurut asal katanya, pluralisme berasal dari bahasa Inggris, pluralism. Apabila merujuk dari Wikipedia bahasa Inggris, definisi pluralism adalah “In the social sciences, pluralism is a framework of interaction in which groups show sufficient respect and tolerance of each other, that they fruitfully coexist and interact without conflict or assimilation.” Atau dalam bahasa Indonesia “Suatu kerangka interaksi yang mana setiap kelompok menampilkan rasa hormat dan toleran satu sama lain, berinteraksi tanpa konflik atau asimilasi (pembauran/-pembiasan).”

Dalam dewasa ini kita mengetahui bahwa keduanya berkaitan, belajar dari sejarah bangsa ini, kita semua telah mengetahui bahwa dalam meraih kemerdekaan diperlukan persatuan, perkumpulan yang dimana menjadi motor pergerakan kemerdekaan yang lebih terorganisir sehingga mampu mencapai tujuan yaitu kemerdekaan Indonesia. Maka seperti yang telah kita pelajari, bahwa perjuangan rakyat Indonesia setelah  terorganisir dan membentuk perkumpulan yang kemudian bisa mencapai tujuan yang selama ini telah di perjuangkan dalam kurun waktu yang cukup lama secara berkesinambungan tanpa mengenal lelah dan dengan tokoh pemerkasa yang berbeda beda dari seluruh nusantara. Dan maka dari itu komunitas diperlukan untuk mempermudah mencapai tujuan. Setiap komunitas tentunya mempunyai kepentingan dan tujuan yang berbeda dan itu saya rasa hal yang lumrah, namun ketika kita sudah memasuki lingkup masyarakat yang dimana keharmonisan dibutuhkan untuk dapat mempertahankan bangsa dan Negara maka amat diperlukannya toleransi terhadap perbedaan yang ada, dan ketika kondisi masyarakat telah sampai pada tahapan dimana setiap elemen masyarakat mampu menjalani kehidupan bermasyarakat dengan saling menghormati  perbedaan yang ada dan kemudian saling bahu membahu dalam membangun system social.  Pluralism memang  dasar dalam kehidupan masyarakat untuk terjaminnya kondisi yang rukun dan damai.. karena saling menghargai adalah kunci untuk saling memahami satu sama lain, namun terkadang pluralism masih di salah artikan dengan menghilangkan kekhasan dari komunitas, banyak orang yang berpikiran bahwa pluralism artinya harus menyatukan segala unsure komunitas menjadi satu  untuk mencapai tujuan,, menurut saya, dalam mewujudkan masyarakat yang madani yang menjunjung tinggi pluralism hal yang diperlukan untuk dipersatukan ialah visi dan misinya bukan dengan memblend unsure unsure khas pada komunitas komunitas yang ada dan kemudian menciptakan kekacauan dalam system social karena adanya penghilangan identitas komunitas komunitas tersebut.

Sebagai bangsa yang kaya akan diversitas dengan lebih 500 etnik dan lebih dari 250 bahasa telah mencita citakan dan menjiwai pluralitas, hal tersebut tercermin dalam semboyan “ Bhineka Tunggal Ika”  yang berarti “Berbeda-beda tapi tetap Satu” pada lambang Negara kita yaitu Garuda. Sebagai masyarakat yang multietnis dan multikultur ini, tentu pluralitas tidak lagi menjadi bahan langka. Diversitas atau keberagaman memiliki sisi positif maupun negatif. Keberagaman akan menjadi sisi yang mana tergantung penilaian individu pada keberagaman itu sendiri. Menurut Johnson dan Johnson (2000) sebuah diversitas menjadi positif atau negatif tergantung apakah kita:

  1. Mengakui bahwa diversitas ada dan merupakan sesuatu yang berharga
  2. Membangun identitas pribadi yang utuh yang mengandung a) Pengakuan tehadap warisan budaya etnik, b) Memandang diri sebagai individu yang menghargai adanya perbedaan nilai-nilai pada setiap orang.Mengerti keadaan kognitif diri sendiri (seperti stereotip dan prasangka) untuk membangun hubungan dengan teman-teman yang berbeda latar belakang budaya.
  3. Mengerti adanya konflik antar kelompok yang dinamis
  4. Mengerti proses penilaian sosial dan mengetahui bagaimana proses terbentuknya penerimaan dan penolakan.
  5. Mampu menyusun sebuah konteks kerjasama dalam hubungan positif antara individu yang berbeda.
  6. Memanajemen konflik dalam cara-cara yang konstruktif: a) Konflik intelektual, yaitu pembuatan keputusan dan mempelajari situasi, b) Konflik kepentingan, yaitu pemecahan masalah melalui negosiasi dan mediasi.
  7. Belajar dan menginternalisasi nilai-nilai pluralitas dan demokrasi.

Jika kita mampu menjalankan hal hal tersebut maka diversitas dalam masyarakat akan menguntungkan dan akan menciptakan masyarakat plural dan bisa juga menyebabkan kerugian, Johnson dan Johnson (2000) mengidentifikasikan delapan kondisi yang menyebabkan diversitas lebih merupakan suatu keuntungan, bila:

  1. Menurunkan stereotip dan prasangka,
  2. Meningkatkan hubungan lebih positif,
  3. Memperbaharui vitalitas masyarakat,
  4. Meningkatkan prestasi dan produktivitas,
  5. Meningkatkan kreativitas dalam pemecahan masalah,
  6. Menjaga pertumbuhan kognitif dan penalaran moral,
  7. Menjaga cara pandang yang dimiliki,
  8. Membangun komitmen terhadap demokrasi bangsa.

Sementara itu diversitas bisa menjadi sebuah kerugian bila:

  1. Meningkatkan stereotip dan prasangka,
  2. Membentuk hubungan yang penuh ketegangan,
  3. Meningkatkan hubungan lebih negatif, seperti pengkambinghitaman, kekerasan, penolakan, dan lainnya,
  4. Membuat hidup lebih kompleks dan sulit,
  5. Membuat produktivitas rendah karena susah dalam komunikasi, koordinasi, dan pembuatan keputusan,
  6. Mengharuskan lebih banyak upaya untuk bisa berhubungan dengan orang lain,
  7. Merupakan sesuatu yang mengancam,
  8. Membuat cemas. [ Johnson dan Johnson (2000) ]

Sebagai masyarakat multietnis kehidupan menghargai pluralitas amatlah penting dalam menjaga persatuan Indonesia, sebagai Negara Kepulauan tentu persatuan menjadi titik utama yang harus diperhatikan untuk menjaga kedaulatan Indonesia karena letak geografis Indonesia tersebut akan mudah untuk direbut kedaulatan Indonesia.Untuk menciptakan masyarakat yang  plural yang membangun bangsa dan Negara, sekali lagi ditekankan adalah perlunya disatu kan visi dan misi dalam tatanan masyarakat, ditanamkan rasa cinta pada tanah air dan Nasionalisme, mengapa harus rasa cinta tanah air dan nasionalisme yang menjadi dasar utama untuk menciptakan masyarakat plural yang akan menciptakan persatuan? karena hal itu akan meniadakan perbedaan pada masyarakat, baik etnis, bahasa, pendidikan,usia, maupun agama. Mari kita wujudkan masyarakat yang menjunjung tinggi pluralism yang seharusnya,pluralism yang dimana visi misi yang disatukan bukan menghilangkan unsure unsure khas dalam komunitas komunitas yang terhimpun dalam tatanan masyarakat dewasa ini. Pluralisme merupakan dasar pemersatu untuk menciptakan persatuan bukan alat untuk menghalalkan hal hal yang menyalahkan norma, baik hukum maupun agama. Jika hal itu terjadi maka sudah tentu menyalahi jiwa pluralism itu sendiri. Sebagai Negara menjunjung tinggi demokrasi mari kita wujudkan kehidupan yang damai dan demokratis dalam semangat persatuan tanpa memandang deversitas (Perbedaan), perbedaan haruslah menjadi pemersatu bangsa ini bukan pemecah. Persatuan Indonesia, Masa depan Indonesia ditangan para generasi muda, dan kita harus memulainya dari hal hal kecil hingga kedepannya tercipta tatanan masyarakat social yang madani. mari ciptakan pluralitas yang bersih,, merdeka!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s