Satu senyuman saja..

Assalamualaikum wr wb

Seperti janji kemarin yang ulan mau mencoba merutinkan lagi menulis dan berbagi cerita..

Beberapa tahun belakangan ini saya tergabung dalam organisasi volunteer doctor atau yg biasa disingkat VOL-D,  Vol-d ini bergerak dibidang kesehatan tujuan bidikan kita adalah masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Jadi saya ceritain dulu yah awal mula kenapa saya mau memilih menjadi bagian dari vol-d..  dulu kecil saya sering masuk rumah sakit ya kalau nggak dbd, typhus sampai perawat rumah sakit sampai hafal saya karena beberapa kali dirawat. Pengalaman yang tidak mengenakan itu membuat saya lebih aware dengan kesehatan orang disekitar saya karena saya tahu sakit itu tidak enak dan saya tidak mau orang yang saya sayangi sakit.  Hal yang paling menyedihkan buat saya adalah ketika ayah saya sakit dan harus di operasi. Sebelum operasi saya kerap mengantar ayah konsultasi ke beberapa rumah sakit dan saya tahu biaya rumah sakit itu tidak kecil nominalnya.  Saat ayah sakit hati saya jelas tak karuan, tapi saya berusaha tidak menampakkan kesedihan didepan ayah karena saya tahu ayah pasti akan merasa tambah sedih jika tahu saya sakit.  Hari minggu saat membuat sarapan pagi saya ditemani mbak mur masak dan beliau cerita tentang anaknya yang baru saja sembuh dirawat dipuskesmas. Saya kemudian bertanya kepada diri saya
“Sakit itu tidak enak dan sedih rasanya ketika ada orang yang kita sayangi sakit.   Tapi Allah masih memberikan nikmat kepada saya untuk bisa memilih mau dirawat dimana, konsultasi ke dokter mana. Bagaimana dengan jutaan orang indonesia lainnya? mungkin bukan saya seorang saja yang merasa sedih ketika  ayah atau ibunya sakit..  pasti semua anak pun begitu, saya mungkin kerap cemas jika ayah telat minum obat, paling kalau begitu saya tinggal menyodorkan obat dan segelas air untuk diminum ayah karena obatnya tersedia tapi bagaimana dengan orang lain? ”

Pertanyaan dalam benak saya ini membuat hati saya tertusuk, rasa malu dan kesal terhadap diri saya yang tidak bisa melakukan apapun sampai dengan detik itu membuat saya membulatkan tekat ‘nanti jika kuliah aku ingin turun ke masyarakat dan membantu menyelesaikan masalah-masalah yang ada,  saya mau perjuangkan nasib rakyat kecil dengan berorasi di senayan’  itu pikiran saya awalnya,  kemudian pola pikir saya berubah ketika saya berdiskusi dengan ka iwa teman mba fitri,  ka iwa menyampaikan bahwa orasi dan demonstrasi belum tentu bisa mengubah bangsa ini..  beliau menceritakan ke saya tentang bagaimana ia dan teman2 nya mencoba turun langsung ke masyarakat dan membuat suatu produk solutif untuk masyarakat saat itu ka iwa dan teman temannya membuat sebuah pembangkit listrik sederhana untuk menerangi beberapa desa yang belum tercapai listrik dan secara sukarela tentunya.. bulat sudah tekad saya untuk menjadi bagian dari perubahan.. ka iwa pernah bilang gini,kata kata pastinya saya lupa tapi intinya ‘perubahan yang besar sebetulnya dimulai dari diri kita sendiri’ saat itu indonesia mengajar sedang sangat hits dan saya tertarik sekali..

Tingkat satu saya coba beranikan minta izin ke ayah untuk mengikuti indonesia mengajar, namun responnya kurang baik, ayah kurang setuju saya untuk ikut indonesia mengajar yang nantinya harus ke pelosok indonesia apalagi saya seorang perempuan… awalnya saya sangat sedih, sedih sekali. Tapi saya tidak mau nekat pergi kalau tiada izin, saya percaya sekali bahwa ridha Allah tergantung ridha Orang tua.  Saya mensiasatinya dengan aktif dalam kegiatan baksos-baksos dikampus, hingga akhirnya saya merasa saya butuh wadah yang lebih besar dan kontinu dari sekedar baksos baksos.Mulai dari situ saya mencari cari dan bertanya tanya, dan salah seorang senior saya memperkenalkan saya dengan volunteer doctor  langsunglah saya mendaftar vold saat mereka open recruitment.

Oh ya ada beberapa cerita berkesan ketika saya berkesempatan menjadi volunteer.. macerita sedikit yaaah.. saya sempat menjadi volunteer di yayasan tuna wicara, jadi kampus saya mengadakan kegiatan mengajar anak jalanan dan tuna wicara, disana kita belajar dan bermain bersama dengan menggunakan bahasa isyarat. ya bahasa isyarat yang pakai tangan itu loh.. saya sebetulnya tidak bisa berbahasa isyarat dan hanya bermodalkan video youtube belajar satu malam.. saya agak khawatir jika nantinya saya tidak bisa menyampaikan atau terjalin komunikasi dua arah dengan adik adik binaan saya dan ternyata wow.. mereka luar biasa, justru saya malah banyak belajar dari mereka.. jika teman-teman berpikir bahwa anak anak tuna wicara itu adalah anak anak yang cenderung pasif dan minder maka teman teman salah besar, mereka anak anak yang cemerlang, aktif, ceria, percaya diri nya tinggi dan juga punya kreativitas dan daya imajinatif yang tinggi. keterbatasan mereka tidak membatasi langkahnya..

collage_20160614190144165.jpg

Adik adik ini mengajarkan kepada saya dengan senyum riangnya bahwa

“Kebahagian itu sederhana dan apapun aral yang melintang seyogyanya tidak mampu goyahkan diri ini jika kita mensyukuri dan ikhlas menerimanya”

Cerita lainnya yang berkesan adalah saat kami berkesempatan mengunjungi kakek dan nenek di panti  tresna werdha. Dengan persiapan yang singkat dan tanpa bertemu intensif panitia, alhamdulillah acara berjalan dengan baik. Berkomunikasi dengan anak-anak dan kakek kakek nenek-nenek tentu berbeda. Sejujurnya saya belum pernah sebelumnya ke panti jompo. Dikesempatan kali ini saya banyak mendengarkan cerita kakek dan nenek yang baik baik ini, mereka bercerita tentang karir mereka dimasa muda, suaminya dan anak anaknya, mereka juga bercerita bagaimana mereka bisa sampai di panti werdha ini, serta bagaimana teman temannya yang sering berantem rebut-rebutan kayak anak kecil. kakek nenek disini sangat hangat dan welcome sekali saya merasa seperti sedang  berkunjung kerumah nenek saya dan mendengarkan semua cerita nenek saya. saya sungguh terharu mendengar kisah mereka, saya yakin teman teman jika mendengarkannya pun akan menangis. dari sini lah saya belajar bahwa

“Manusia pada hakikatnya sendiri, dan hanya kepada Allah lah tempat bergantung dan hanya Allah lah yang takkan pernah lelah menjaga dan mengasihi kita.

Ayah dan ibu akan semakin senja dan tak berdaya, disaat itu mungkin ibu dan ayah takkan sekuat saat ini, dan ibu dan ayah akan lebih sensitif dan akan merasa sedih saat tak ada perhatian anaknya disisinya namun terkadang mereka akan memilih diam seribu bahasa karena takut memberatkan anak-anaknya dan sudah selayaknya kelak saya lah yang membuat senyuman dibibirnya meski tanpa diminta seperti yang saat ini ibu dan ayah senantiasa berikan kepada saya yang membuat saya senantiasa tersenyum ”

11822509_10207768939247604_811550842212849671_n

Masih banyak cerita cerita lainnya, yang pastinya membuat kehidupan saya berwarna, seperti saat terjun langsung ke masyarakat di rusun cakung saya menemukan masih banyaknya balita balita yang bergizi kurang yang tentunya sangat menyedihkan keadaannya, ataupun realita yang mungkin kita tak pernah sadari bahwa dibalik gedung gedung tinggi bertingkat terdapat suatu keadaan yang 180 derajat berbeda yang dimana kesehatan sanitasi masyarakat masih sangat rendah sekali. Betul kata ka iwa, merubah indonesia tak perlu dengan hal yang besar tapi mulai melakukannya dari diri sendiri dengan sebuah niat yang tulus.

“Kebahagiaan sejati itu bukan perkara menjadi sempurna, namun ketika kita bisa berbagi dengan sesama dengan hati yang tulus dan ikhlas serta dipenuhi rasa syukur serta senantiasa diniatkan untuk memperoleh ridhaNya disetiap langkah kita ialah suaru kebahagiaan hakiki”

 

 


Bicara Cinta.. ? (1)

Assalamualaikum wr wb

halo sudah sangat sangat lama blog ini terabaikan…

maaf yah.. akhir-akhir ini ada banyak hal yang spektakuler yang terjadi dalam rutinitas saya yang membuat saya agaknya melupakan keasikan ngeblog…

“woohoo postingan pertama setelah sekian lama ngomongin cinta.. cie cie lagi berbunga-bunga kah lan?”

haha… bicara masalah cinta memang nggak akan ada habisnya nggak sih?

jadi dua tahun  yang lalu seorang laki-laki bertanya mengenai makna cinta menurut saya..

hmmm jujur saya agak kaget, karena saya belum kenal dia lama dan dia sangat to do point.. which makes it sounds awkward..

pertanyaan itu kemudian saya tanyakan pada diri saya sendiri.. apa itu cinta?

cinta… jika cinta yang dia maksud akan cinta kepada sang khalik..

“seberapa cintakah saya terhadap sang pencipta saya? apakah saya telah mencintai Allah dengan segenap hati saya?”

pertanyaan itu mengiang-ngiang dalam benak saya… saya pribadi merasa tertusuk dengan pertanyaan itu dan terngiang ngiang dari pikiran saya sendiri.. kemudian saya mengingat kembali rutinitas harian saya.. mempertanyakan hati saya akan cinta saya… selama 22 tahun saya didunia ini, seberapa besar saya memperjuangkan cinta saya pada pencipta saya.. apa yang telah saya lakukan? apakah saya sudah memenuhi perintah-perintahnya? saya ga akan menjawabnya disini karena biarkan saya dan Allah yang saling tahu jawaban apa saja… kemudian dari semua renungan renungan itu…

suatu pemikiran muncul dari benak saya “hidup saya adalah milik Allah, dan apa yang ada yang saya jalani sepanjang hidup saya adalah karena kemurahan dan kasih sayang Allah. orang bisa saja pergi dikala susah namun saya selalu punya Allah disisi saya saat apapun juga.. rasa bahagia, sedih, kecewa, tertawa semua karena Allah masih menyayangi saya hingga Allah memberikan saya suatu masalah dan Ia bersama saya untuk melewatinya. sebuah rasa syukur seharusnya tidak hanya menjadi sekedar kata syukur karena rasa syukur itu berarti kita merasa senang dan ridha serta ikhlas akan apapun yang terjadi yang dikehendaki olehNya. ikhlas dan ridha tentu bukan hal mudah.. ketika kita ikhlas maka semua hal menjadi kecil.. dan ketika kita ridha maka rasa cinta dan sayang akan terus tumbuh yang dimana kita akan mengusahakan apa yang dicintai kekasih kita. ya hidup butuh ikhlas dan ridha..  kemudian gue yang paham betul bahwa hidup gue yang seyogyanya bukan milik gue ini bertanya akan tujuan hidup gue.. apa tujuan dari penciptaan gue ini? dalam surat adzzariyat:56 gue menemukan jawaban gue.. disitu gue merasa harus melakukan sesuatu baik itu untuk hidup gue pribadi dan umat.. bukankah setiap manusia adalah pemimpin? bukan kah dakwah berarti adalah kewajiban bagi seluruh umat? dan semua dimulai dari sebuah titik, berawal dari seorang individu… perubahan itu harus diupayakan.. tujuan harus diusahakan tanpa kata menyerah.. bismillah gue bertekad untuk hijrah, hijrah dari diri gue yang cuma begitu-begitu aja..”

jadi kawan, ulan mohon bantuannya untuk bisa menjadi lebih baik.. mohon bimbingannya dan mohon untuk diingatkan.. mohon maaf atas semua hal yang pernah ulan lakukan… ^^

cinta… jika cinta yang dia maksud akan cinta kepada kedua orang tua..

“seberapa cintakah saya terhadap sang kedua orang tua saya? apakah saya telah mencintai keduanya dengan segenap hati saya?”

cinta bukan hanya sekedar kata, dan cinta itu butuh sebuah action..

jika orang bertanya siapa yang memperkenalkan individu akan makna cinta dalam dunia ini maka tentu jawabnya adalah kedua orang tua kita, dan jika lo bertanya akan adakah cinta yang tulus di dunia ini? maka gue akan menjawabnya.. ada, cinta kedua orang tuamu… ulan sangat bersyukur dikaruniai Allah kedua orang tua yang luar biasa, mereka mencintaiku dengan sepenuh hatinya tanpa ada batasan.. bukan dengan ribuan kata manis memang, tapi bukankah cinta itu bukan sekedar kata?  semua yang dilakukan ayah dan ibu lebih dari sekedar bukti bahwa cinta itu ada dan bukan dalam fiksi.. bukan hanya cinta yang diberikan, namun pelajaran akan mencintai sang Khalik dan sesama juga yang diajarkan beliau.. tidak dalam sekedar kata atau petuah..

kemudian gue mempertanyakan kembali diri gue, setelah sekian lama dan sekian banyak yang udah kedua ortu gue lakukan untuk gue.. sudahkah gue melakukan sesuatu yang membuat ortu gue bahagia?

nggak mudah buat gue untuk tau apa yang kedua ortu gue suka dan tidak suka.. bukan hal mudah untuk figure out harus menjadi seperti apa.. gue pernah berfikir bahwa ketika gue melakukan semua hal dengan sempurna maka gue akan membahagiakan kedua orang tua gue.. semua upaya diusahakan namun takdir terkadang berkata lain dari sebuah rencana.. gue awalnya mikir mereka sangat amat kecewa dan segala hal hal negatif dipikiran gue bakal ada dibenak kedua orang tua gue, tapi kemudian gue figure it out “bukan menjadi sempurna yang menjadikan seseorang bahagia, tapi ketika ada rasa tulus dalam hati kita untuk membahagiakan seseorang maka hal kecil pun menjadi sempurna… semua yang dari hati akan terasa dihati juga..”

cinta,

nah cinta yg terakhir ini yang sebenernya ditanyakan,

cinta terhadap lawan jenis.. hmm ini cinta yang sering banget bikin orang uring-uringan terutama remaja ababil.. haha

pandangan cinta yang seperti ini menurut saya seperti apa?

saya pribadi tersentak dengan pertanyaan ini, kenapa?

Cinta bisa anugrah juga musibah yang diberikan oleh sang Khaliq kepada manusia yang merupakan salah satu fitrah bagi manusia..

dalam surat Al-Imran:14 Allah SWT berfirman yang artinya:

Telah ditanamkan pada manusia rasa indah dan cinta terhadap wanita, anak-anak, harta yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan,hewan ternak, dan lahan pertanian. itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah lah tempat kembali yang baik”

dalam kitab Fi Rihabi I Ukhuwwah karangan DR. A’idh Al-Qorni pula dijelaskan bahwa cinta itu terbagi menjadi dua, cinta yang bersifat fithri jibili (sudah fitrah manusia diciptakan dengan sifat cinta seperti itu) yang dimana seorang hamba tidaklah dicela karenanya. Sebab Allah SWT lah yang telah menciptakannya diatas fitrah seperti itu seperti cinta terhadap makanan, anak, istri, teman-temannya. adapun cinta lainnya bersifat sababi kasbi ialah cinta iradi (kehendak dan pilihan manusia nya sendiri), dimana Allah akan menghisab manusia atas cinta ini jika sampai memalingkannya untuk selain mencari keridhaan Allah.

Jadi, yang saya pahami mengenai cinta terhadap sesama manusia seyogyanya memang fitrah kita untuk merasakannya begitu pula terhadap lawan jenis, namun ketika yang disebut cinta antar lawan jenis memang tidak sesederhana itu dan harus berhati-hati karena mencintai itu  bukan sekedar tertarik dan ingin memiliki yang dimana bisa menjerumuskan diri kita sendiri kedalam hal yang di benci Allah, yaitu zina.

Sebagai seorang perempuan tentunya normal ketika senang diperhatikan dan ada rasa ingin memperhatikan kembali.. dan itulah yang saya takut semenjak dulu, mungkin orang akan bilang saya agak kulot atau aneh.. semenjak kecil (usia sd lah) saya berfikir begini setelah membaca cerita bersambung ayat-ayat cinta dikoran republika, (ya saat itu ayat ayat cinta belum dinovelkan dan belum hits menjadi film.. mungkin teman-teman pasti bertanya memang ada yah?masa iya anak sd baca koran? iya ada cerita bersambung di republika. Dan republika pernah menerbitkan ayat ayat cinta baik ayat ayat cinta 1 dan ayat ayat cinta 2 di kolom cerita bersambung..  anak sd baca koran? ya, dari kecil ibu membiasakan anak anaknya setiap hari sabtu minggu untuk baca koran.. ya hal hal yang pendek aja sih yg saya baca kayak kolom cerita bersambung,dll )

“Mencintai seseorang itu kan bukan sebuah permainan, saya ingin jatuh cinta sekali dan untuk selamanya nanti kalau saya sudah besar.”

Ketika saya smp, beberapa teman saya mulai pacaran dan saya sering kelimpahan cerita ceritanya. hmm saya pernah kepikiran untuk pacaran sebetulnya saat smp dan sma, ya seperti perempuan lainnya, perempuan itu senang diperhatikan begitupun saya. hahaha..  Dan oh ya, jamannya remaja itu kayaknya ada semacam ada semboyan yang tidak tertulis ‘kalau nggak pacaran itu ga gaul’ , adanya semboyan itu pun hampir membuat keyakinan saya goyah.. haha tapi saya kemudian berpikir setiap ada teman yang cerita bagaimana hubungannya yang putus-nyambung

“ketika kita mencintai seseorang mengapa dengan mudahnya seorang menyatakan cinta dan beberapa bulan kemudian membenci seakan mereka tidak kenal satu sama lain? apa sedangkal itu sebuah hubungan?”

Namun ternyata Allah masih sayang sama saya, keinginan untuk pacaran itu teredam dengan sendirinya.. hahaha. cobaan itu nggak berhenti disitu saja, godaan untuk pacaran dateng lagi ketika saya masih tingkat 1 dinangor.. wiiih namanya juga mahasiswa rantau, jauh dari orangtua semua nya yah ngurus sendiri. Ada seseorang yang sangat baik dan begitu perhatian, tentu semua orang senang  diperhatikan begitupun saya tapi kemudian saya teringat kepada nasihat ayah saya ketika pertama kali masuk kuliah ‘ Dek, laki-laki itu jahat, hati-hati sama laki-laki jangan mudah percaya’ kata kata itu membuat logika saya jalan dan ikut menimbang secara balance mengimbangi sang hati yang aduh kalang kabut dibuatnya.

Oh ya, selain itu nenek, tante atau om yang kadang suka ngeledekin ‘mana pacarnya? mana calonnya kok nggak pernah dibawa?’ atau yang lucunya nenek saya pernah bilang gini ‘dek anak ibu ******* ini udah pulang loh dari ** , dia juga belum punya pacar loh dek’ haha saya mah cuma bisa ketawa aja tapi yah mikir juga ” iya yah apa mungkin udah saatnya untuk berfikir ke arah situ” dan kemudian saya bertanya kepada diri saya sendiri.. “apa tujuan dari sebuah hubungan? pernikahan.. kalau sudah menikah bagaimana? menikah itukan untuk seumur hidup.. apa aku siap? kalau menikah  nanti apa yang harus dilakukan? rumah tangga seperti apa?”

Cukup memakan waktu untuk menjawab pertanyaan itu, dan memang belum semuanya terjawab..   tiga tahun yang luar biasa dalam kehidupan saya ini membuat pikiran saya lebih terbuka termasuk perkara ini, perkara cinta dan pernikahan..  kalau dulu waktu remaja mungkin saya berfikir bahwa saya mengagumi seseorang yang rupawan,keren dan sebagainya, kini saya paham bahwa rasa suka itu saja tidak cukup dalam sebuah pernikahan kelak. pernikahan saya belum tentu bisa cukup bahagia dengan itu saja.. “suami saya kelak adalah ayah dari anak anak saya.. sosok Ayah seperti apa yang diharapkan anak saya?” pertanyaan dibenak saya itu membuat saya lebih merenungi lagi dan bertanya kembali, jadi “calon suami seperti apa yang harus saya cari?” dan terus bertanya tanya dalam hati “apakah dia orangnya?” setiap dekat atau tertarik dengan seseorang.

lelah saya mencari jawaban dari pertanyaan pertanyaan saya itu, dan kemudian surat Qs.An Nur: 26 seakan mengingatkan saya :

“Perempuan yang keji untuk lelaki yang keji , dan lelaki yang keji untuk perempuan yang keji pula sedangkan Perempuan yang baik untuk lelaki yang baik , dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik pula”

dan saya teringat kajian ghawzul fikri yang salah satunya dibahas tentang bagaimana ayah dan ibu Muhammad Al-Fatih yang dipertemukan oleh Allah dalam bertemu jodoh yang berdoa dan mendambakan memiliki anak keturunan yang dapat membebaskan konstatinopel, dan janji Allah pasti mereka dipertemukan dan anak keturunannya Muhammad Al-Fatih berhasil merebut konstantinopel.

seakan menjawab pertanyaan saya, saya tidak perlu mencarinya dan berlarut larut dalam memikirkannya, tapi yang perlu saya lakukan adalah terus memperbaiki diri, mempersiapkan diri saya dan meminta kepadaNya tanpa putus. dan dari semua perjalanan panjang saya dalam memikirkan pertanyaaan pertanyaan itu, ada

“saya tidak perlu di sms,chat menanyakan kabar bermanis-manis atau diberikan hadiah dan janji janji.. jika memang adanya ia seseorang yang memang Allah takdirkan untuk saya maka Allah akan memberikan jalan.. dan jikalau memang ia Seorang lelaki yang akan menjadi suami saya kelak, maka ia akan datang ke Ayah saya untuk meminta.. dan sesungguhnya hal yang paling romantis bukan lah sebatang coklat atau hadiah hadiah, tapi ketika ada seseorang yang berupaya dan berusaha dengan segenap hati, jiwa dan raga nya untuk sampai mengucapkan ijab qabul atas nama saya.. jadi biarlah hati ini saya kunci dulu, sampai nanti ia datang :D”

puisi

oh ya tapi buat calon suamiku kelak, jangan diem terus aja yah jatuh cintanya, nanti kita kapan ketemunya atuh.. hahaha

sudah jam 10.30 malam dan sepertinya hanya bisa segini dulu postingannya, ada banyak hal yang sebenarnya ingin saya ceritakan baik itu berbagi cerita tentang pengalaman saya volunteer, organisasi, dan beberapa pemikiran pemikiran saya lainnya baik tentang kondisi sosial ekonomi saat ini, pandangan saya tentang pernikahan, sistem pendidikan, kondisi kesehatan indonesia dan lain lainnya…

Wassalamualaikum Wr Wb

 

 

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,051 other followers