Sebuah buku

Assalamualaikum wr wb

Beberapa hari yang lalu saya diberi seseorang sebuah buku yang ditinggalkan di dental unit rsgm kerja saya begitu saja, saya baru menyadarinya setelah selesai kerja pasien dan membereskan dental unit, masih di bungkus dengan kantung plastik gramedia dengan sticky notes “untuk ulan” dan masih ada tag harganya.. tidak ada nama orang yang memberinya.. misterius.. dan agak sedikit membuat saya takut karena judul bukunya agak spesifik.. “untukmu calon bidadariku,dariku calon imammu”

Ya hal itu membuat saya takut, judul buku tersebut seakan memberikan gambaran kira kira apa gender dari sang pengirim buku walaupun belum tentu bisa dipastikan.. jujur saja saya agak takut ketika ada seorang lelaki memberikan sebuah hadiah kepada saya atau perhatian yang berlebihan.. ada nasihat ayah yang saya ingat sampai sekarang “hati hati dengan laki-laki, jangan mau di kasih hadiah hadiah.. pasti ada udang dibalik batu, kalau ade dikasih hadiah bilang bapak yah..” 

Nasihat beliau sangat saya pegang, setiap ada seseorang yang memberikan perhatian lebih atau hadiah biasanya saya akan langsung sampaikan ke ayah.. apakah hadiah atau perhatian tersebut masih dalam batas wajar untuk diterima atau tidak..

Selain nasihat ayah, saya pribadi takut jika ada lawan jenis yang memberikan perhatian lebih terhadap saya, saya takut kalau saya tidak bisa menjaga hati saya dan terbuai atas hadiah atau perhatian yang diberikannya.. sebisa mungkin saya berusaha untuk menghindari menerima hal hal tersebut walaupun mungkin perhatian yang diberikannya baik seperti mengingatkan tahajud dll.. karena pada dasarnya semua wanita senang diperhatikan dan hal itu bahaya sekali..

 Sore itu saya langsung pulang kerumah, saya sampaikan ke ibu dan bapak mengenai buku tersebut.. respon awalnya adalah “siapa yang ngasih?” Saya pun tidak tahu.. saya sampaikan bahwa saya ingin mengembalikan hadiah buku ini kepada yang ngirim tapi bingung mau kembaliin ke siapa.. lalu ibu pun bilang “gausah dikembaliin dan repot cari siapa yang ngasih, disimpen aja bukunya dibaca aja.. orang yang ngasih ini niatnya baik dan sepertinya buku ini bagus isinya..ambil aja mutiara didalam buku ini”

Kemudian saya pun membuka sampul plastik yang membungkus buku tersebut dan merampungkan membaca buku tersebut dalam kurun waktu 1  jam  kepotong aktivitas2 lain soalnya..

Kesan saya terhadap isi buku ini, buku ini bagus dan isinya seperti materi kajian kajian pranikah yang pernah saya ikuti, dan beberapa harapan dan nasihat dalam membina rumah tangga nantinya namun dalam penyampaian yang berbeda dengan pendekatan orang pertama yang langsung menyampaikannya.. 

Overall saya suka dengan hadiah tersebut, banyak pandangan pandangan tentang konsep pernikahan,membina rumah tangga,pendidikan anak yang sama dengan pandangan saya yang diulas dalam buku tersebut. Selain isi bukunya memang bagus, saya sendiri memang suka sekali beli dan baca buku.. i could spent millions for books without any regret than spent millions for some dress,bag and shoes..

Dilain kesempatan, saat sedang jalan saya mampir ke toko buku dan cek ada ga buku buku yang bisa menginspirasi dan menutrisi otak saya.. ada sekitar 10 buku yang saya beli dan yang paling berkesan menurut saya adalah buku nya mba retno hening dengan judul happy little soul dan buku menuju keluarga hafizul quran.. kedua buku tersebut membahas tentang parenting dan bagaimana cara mereka dalam mendidik anak…

Saya memang agak concern dengan pendidikan anak belakangan ini.. selain melihat generasi anak dan remaja saat ini yang memprihatinkan, saya pun mulai berpikir mengenai visi misi dan konsep apa yang cocok untuk saya terapkan dalam pendidikan anak saya kelak.. 

Dari kedua buku tersebut saya mendapat sebuah pencerahan bahwa perlunya kerjasama proaktif diantara suami dan istri dan kesamaan visi misi dalam pendidikan anak sehingga nantinya bisa dirumuskan konsep pendidikan anak bagaimana yang akan diimplementasikan untuk anak anak nantinya..

Ada harapan saya bahwa anak anak saya kelak bisa tumbuh menjadi anak anak yang memiliki hafalan Alquran, berhati lembut,cerdas dan berjiwa kuat.. 

Harapan dan cita cita tersebut merupakan hal besar dan mungkin tantangan tersendiri nantinya.. saya pun sadar saat ini saya bukanlah siapa siapa.. orang orang mungkin akan bilang harapan saya ini mungkin terlalu muluk mengingat saya bukanlah jebolan pesantren dan belum menjadi hafizah.. ya seorang anak yang hafiz biasanya memiliki ibu yang hafizah bukan? Tapi saya percaya bahwa semua niat baik dan diupayakan dengan cara yang baik dengan harapan ridha Allah akan memberikan hasil yang baik.. meski harus tertatih tatih saya akan terus semangat belajar untuk bisa menjadi madrasah yang baik untuk anak anak saya kelak insyaAllah..

Belajar dari kakak saya dan kakak ipar saya dalam mendidik anak anaknya, saya menjadi paham bahwa konsep tauhid adalah hal pertama yang harus ditanamkan dalam pendidikan anak.. menumbuhkan kecintaan akan Raabnya, Rasul dan Al Quran adalah hal utama yang harus diperkenalkan.. dan hal paling efektif ialah dengan contoh konkret tidak hanya memberikan arahan saja.. saya pribadi kagum dengan cara parenting kakak saya dan kakak ipar saya.. dalam usia yang masih belia.. keponakan keponakan saya mampu menghapalkan surat Ar Rahman,AnNaba,AnNaziat, dan masih banyak surat surat pendek AlQuran lainnya.. oh yah,selain itu kebiasaan selalu shalat berjamaah di masjid kakak ipar saya ini merupakan hal positif yang sangat mempengaruhi pendidikan anak anaknya dalam menerapkan konsep pengenalan tauhid dan kebiasaan yang baik bagi anak anaknya yang hal ini sudah terlihat menjadi kebiasaan yang disukai oleh anak anaknya.. saya ingat cerita kakak saya bahwa anak bungsunya zia  yang berusia 3 tahun pernah menangis karena tidak dibangunkan shalat subuh, zia bilang ke kakak saya “ibu kenapa ga bangunin zia?zia kan pengen shalat subuh berjamaah sama kayak ayah” dan juga betapa sigapnya abang zaid saat adzan sudah berkumandang untuk ikut ayah atau yangkungnya shalat berjamaah dimasjid.. saya rasa kebiasaan ini merupakan hal yang sangat positif bagi perkembangan anak.. kebiasaan ini akan membentuk karakter dirinya dan membentenginya dari pergaulan yang kurang baik kedepannya.. semoga kelak suami saya pun memiliki kebiasaan yang sama seperti ayah dan kakak ipar saya yaitu membiasakan dirinya shalat berjamaah dimasjid tepat waktu sehingga itu akan dicontoh anak anak kelak.. ya, peran kerjasama ibu dan ayah  dalam mendidik anak sangat besar sekali.. ibaratnya ibu memang madrasah anak namun madrasah pun perlu seorang kepala sekolah yang menjadi contoh murid muridnya dan disitulah peran seorang ayah menjadi role model yang baik bagi anak anaknya..

Terkadang hal hal tersebutlah yang membuat saya galau.. galau bahwa apakah sudah cukup persiapan saya menjadi madrasah bagi anak anak saya kelak? Ya saya lebih galau pada hal hal seperti itu ketimbang galau mempertanyakan siapa suami saya kelak seperti kebanyakan orang.. ya kalau yang itu sih menurut saya biar Allah yang menunjukkan jalanNya tugas kita ya terus memperbaiki diri tanpa lelah.. karena menjalani pernikahan tidaklah selalu diisi dengan hal hal indah saja, namun juga harus dipersiapkan hal hal yang memerlukan pemikiran dan konsep untuk menyelesaikan masalah masalah yang kemungkinan akan ada dalam perjalanan itu.. dan kalau ujian aja kita berusaha mempersiapkan sebaik baiknya maka sudah seharusnya menikah pun dipersiapkan dengan sebaik baiknya.. bukan mempersiapkan resepsinya saja loh tapi harus sangat dipikirkan kehidupan pasca menikah akan dibawa seperti apa itu yang rasanya harus diutamakan dalam mempersiapkan pernikahan.. hehe

Ibu

Assalamualaikum wr wb

Hari ini saya mau banyak cerita tentang sosok luar biasa yang selalu ada dibelakang saya.. dan juga pandangan saya atas luar biasanya peran seorang ibu bagi semua insan dan peradaban dimuka bumi ini.. 

Buat saya dari kecil ibu saya adalah dunia saya, dimana ada ibu saya disana ada kebahagiaan dan kehangatan.. 

Beberapa tahun ini saya semakin menyadari betapa hebatnya seorang ibu.. kok baru beberapa tahun ini lan sadarnya? Haha sabar yaah.. jadi saya mau cerita dulu yah..

Bisa dibilang dengan kelahiran keponakan keponakan lucu dikehidupan saya membuat saya semakin paham akan peran ibu dan pengorbanan-pengorbanan seorang ibu dalam membesarkan, membimbing anak anaknya..

Dulu, waktu kakak zah masih dalam kandungan kakak saya, ada sedikit rasa gelisah takut dan jealous kalau semua perhatian akan tertuju pada kakak zah baik dari kakak saya maupun dari ibu dan bapak, selain itu kelahiran kakak zah juga merupakan momen pertama buat saya menjadi seorang kakak dan tante mengingat saya adalah anak terakhir yang tidak pernah menjadi kakak.. ada rasa was was kalau saya tidak bisa melindungi dan menjadi teladan yang baik buat kakak zah..

Setelah kakak zah lahir, semua rasa tersebut ternyata hilang begitu saja.. yang ada rasa sayang dan ingin memberikan terbaik untuk kakak zah.. untuk pertama kalinya buat saya mulai interest dan belajar tentang hal hal berbau parenting.. 

Kakak saya adalah seorang ibu dan wanita karir yang hebat kedua setelah ibu menurut saya.. beliau sangat mendedikasikan dirinya untuk keluarga dan dapat membagi waktu dengan baik dengan pekerjaannya.. sebagai seseorang yang bergelut dibidang teknik maka kakak saya terkadang tender sampai larut dan harus menitipkan kakak zah dirumah ibu, saat itu kakak ipar saya masih disemarang sehingga kakak zah ga bisa ditinggal sendiri dirumah saja dengan suster diwaktu malam..

Banyak hal yang saya pelajari saat saya kedapatan membantu ibu menjaga kakak zah.. dari mulai bikinin susu malem malem, gantiin diaper berkali kali, meninabobokan kakak zah yang masih bayi sampai belajar dan bermain..

Dalam satu malam ternyata bayi bisa terbangun minimal 3x, minta minum susu, ganti diaper, dan saat merasa kurang nyaman dalam tidurnya.. saya yang cuma beberapa hari aja dititipin ada rasa lelah setelahnya.. bagaimana seorang ibu yang sudah bisa dipastikan full day 24/7 merawat anak sampai dewasa..

Belum lagi saat sakit, saya inget banget waktu itu abang zaid sakit dirawat dan kakak saya pontang panting dan tampak sangat sedih serta khawatir walaupun sama sekali tidak menampakkan rasa lelah dan khawatir didepan abang zaid.. melihatnya saya jadi teringat ibu yang selalu ada untuk saya saat saya sakit, selelah apapun ibu, ibu akan tetap tersenyum dan terjaga siap sedia disaat saya membutuhkan..

Beranjak usia sekolah triple z, saya pun belajar dari kakak saya bahwa pendekatan dalam komunikasi dengan masing masing anak berbeda, kalau kakak zah lebih harus pendekatan dengan penjelasan verbal secara rasio, abang penjelasan verbal dengan menyentuh hati, sementara zia lebih suka mengekspresikan dan berkomunikasi disertai dengan sentuhan.. pentingnya encouragement dan apresiasi dalam komunikasi dua arah dimana orang tua juga harus mau mendengar anak dan memposisikan anak sebagai partner diskusi dalam berkomunikasi.. ada hal yang sangat saya ingat dari ibu saya, waktu dulu saya adalah anak dengan rasa ingin tahu tinggi dan senang komunikasi dengan orang orang yang lebih tua serta senang diskusi.. beberapa orang tidak begitu suka dengan sikap kritis saya, dan beberapa kali sering bilang “ah anak kecil jangan ikut ikutan ini urusan orang dewasa” saat itu saya sangat sedih, saya bahkan masih inget rasa nya seperti apa.. saya menangis sejadi-jadinya ke ibu.. lalu ibu bilang ” kedewasaan itu bukan perkara usia, dewasa itu adalah pola pikir. Bagaimana seseorang bisa bijaksana dalam menyelesaikan permasalahan. Jangan sedih dibilang gitu.. karena bisa jadi ade lebih dewasa dari orang yang bilang gitu karena ade bisa menyikapi dan memaafkan orang tsb”. Kalau diingat dan dipikir-pikir itu adalah bentuk encouragement dan apresiasi.. mungkin jika ibu ga bilang begitu maka saya akan menjadi pribadi yang berbeda dari ulan yang hobi nulis,menganalisa dan berpetualang..

Jadi ulan ga pernah berantem yah sama ibunya? Yah ga gitu juga.. namanya hidup pasti ada saatnya kita beda pemikiran dan terlibat dalam adu argumen dengan ibu.. tapi saya inget nasihat mba fitri dan aki.. “kalau ibu atau bapak nasihatin atau beda pendapat jangan ngelawan, diam dengar aja apa yang mau disampaikan orang tua.setelah ibu atau bapak selesai baru sampaikan pemikiran kita dengan suara lembut..” ya, saya lebih memilih menghindari perdebatan berkelanjutan dengan ibu dan bapak.. sederhana, buat apa sih saya ngotot menang dalam argumentasi dengan ibu jika mengalah dapat membuat ibu saya hatinya tidak terluka.. bagaimana kala hal hal prinsip? Saya cenderung memilih menangis terkadang untuk meluapkan dan mengekspresikan perasaan saya kalau saya beradu argumen dengan ibu atau bapak jika memang yang dibahas hal hal yang prinsip menurut saya.. atau saya biasanya secara persuasif  secara repetitif dalam menyampaikan gagasan saya..

Ibu, adalah anugrah terindah yang Allah berikan untuk saya.. betul betul malaikat tak bersayap..

Beranjak dewasa saya semakin juga saya sadar semakin tua dan melemahnya ibu saya.. namun dari segala keterbatasan tersebut ibu tetap memberikan hal terbaik yang bisa dilakukannya.. saya yakin hal ini pula yang dilakukan semua ibu didunia ini untuk anak anaknya..

Kemudian ada pertanyaan besar dibenak saya… mampukah saya menjadi ibu yang baik kelak? Ibu yang merupakan madrasah anak anaknya, ibu yang bisa jadi sahabat, dokter,mentri,satpam dll nya?ibu yang tak akan pernah lelah dalam merawat dan membimbing anak anaknya kelak? Ibu yang merupakan rumah dengan penuh kehangatan yang senantiasa dirindukan anak anaknya?

Pertanyaan pertanyaan tersebut terkadang membuat saya terpacu untuk belajar dan lebih mempersiapkan diri saya menjadi ibu kelak.. lebih banyak baca buku atau info info parenting, ikut kajian parenting, grup grup atau diskusi dan baca postingan senior yang berbagi pengalaman2 dalam membesarkan anak anaknya.. karena pada hakikatnya anak itu suci dan bagaimana langkah anak selanjutnya sangat ditentukan dengan didikan dan hubungan batin yang terjalin antara ibu dan anak semenjak dini..

Begitu banyak hal yang telah ibu berikan bagi kita anak anaknya.. saya terkadang malu sendiri sampai detik ini belum ada perbuatan saya yang setidaknya bisa membuat beban ibu berkurang dan bisa berbangga tersenyum lebar karena lega.. saya tahu saya  tentu tidak dapat membalas jasa jasa luar biasa ibu.. tapi ada doa yang selalu saya panjatkan dan ada harapan bahwa kelak saat saya telah berkeluarga, suami saya adalah seseorang yang cukup bijaksana untuk mengizinkan saya merawat kedua orang tua saya dan suami dimasa tuanya.. saya tau mungkin bukan hal mudah menjalaninya.. tapi saya yakin bahwa sudah seharusnya peran tersebut kita ambil alih kalau dulu ibu yang mengurus kita maka nanti saatnya saya yang mengurus beliau.. hati hati lan nanti kalau ketemu mertua rewel berabe loh? Pasti ada yang ngmg gitu kan? Menurut saya, konsep mertua dan menantu yang digembor2kam itu salah.. karena pada hakikatnya ketika kita memutuskan menikah maka kita adalah anak mereka tanpa memandang kandung atau bukan.. sudah sepatutnya sebagai anak merawat kedua orang tuanya dimasa senja seperti saat ibu dan bapak bersusah suah merawat kita dengan sabar.. saya sangat kagum dengan tante saya yang dengan sabar merawat kedua orang tua dari om saya.. perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh tante saya sama sekali tidak berbeda kepada kedua belah pihak.. memang mungkin tidak mudah menyatukan pemikiran tapi bukan berarti tidak bisa kan? 

Jalan-jalan yuk

Assalamualaikum wr wb

Gimana kabar pasca lebaran? Jadi lebar-an ga? Atau ditanyain ‘kapan nikah’ sama om atau tante?haha yang pasti saya yakin lebaran selalu memberikan warna ceria buat kita.. 

Berhubung masih dalam pekan libur lebaran saya mau cerita agak santai tapi yah semoga berbobot.. 

Saya lagi hobi banget jalan-jalan.. sebelumnya saya ga pernah merasa jalan jalan bisa sangat berfaedah dan memberikan banyak hal yang bisa saya petik.. yah standar lah yang namanya jalan-jalan pasti identik dengan makan, nonton,karoke dan hiburan lainnya yang intinya fun deh..

Jalan-jalan yang saya lakoni ini ga kalah seru dan pastinya insyaAllah lebih bermakna..

Setahun belakangan ini saya dan teman teman saya lagi seneng jalan-jalan (kalo bahasa gaulnya pak jokowi mah blusukan).. biasanya kami menghabiskan hari sabtu untuk ngiterin jakarta.. kenapa hari sabtu? Karena hari minggu khusus buat kumpul sama si cinta (re: ibu dan bapak haha)

Kebiasaan ini udah hampir jalan setahun, dan banyak hal yang saya dapet.. btw jangan kira ini jalan jalan cantik yah.. kalau udah jalan jalan gini biasanya kita udah dipastikan menggunakan alat transportasi kombo (jalan kaki ber kilo kilo, bajaj,angkot dan kawanannya).. 

Ngapain aja sih lan? Sebenernya beragam, kadang kita cuma mau silaturahmi aja sama warga sekitar, kadang kita lakuin pemeriksaan kesehatan gratis, kadang yang saling berbagi bingkisan tanda kasih sayang.

Jalan jalan saya terakhir sebelum lebaran adalah bersama teman-teman dari komunitas jajanpahala, alhamdulillah tahun ini bisa turun langsung.. saya jelasin dulu yah apa itu komunitas jajanpahala, basically komunitas kita ini adalah komunitas yang bertujuan ingin saling berbagi dan memberdayakan masyarakat.. dan komunitas ini literary di prakarsai oleh anak anak muda seusia saya dari mulai fundraising sampai dengan hari h pembagian..

Dalam bulan ramadhan ini ada beberapa agenda yang kita selenggarain antara lain bagi bagi takjil,pemeriksaan kesehatan gratis di panti jompo,buka puasa dengan adik-adik yatim piatu dan pembagian 1000 sembako.

Untuk bagi bagi takjil, pemeriksaan kesehatan gratis, dan buka puasa bareng ga saya ceritain yah.. karena kurang lebih sama seperti aktivitas saya di komunitas vold. 

Yang sangat menarik buat saya adalah acara 1000 sembako… donasi yang sudah kami kumpulkan tahun ini sebanyak 170 juta, gue pribadi salut banget sih dengan kenaikan perolehan angka donasi ini.. kenaikan perolehan donasi ini menunjukkan bahwa di Indonesia masih banyak orang baik yang mau berbagi dan peduli akan sesamanya.. dari donasi yang terkumpul itu kemudian dana tersebut dipecah untuk wilayah jakarta,bekasi, bogor,bandung,jogja,cilegon..

Saya baru nemuin yang namanya teamwork yang kece banget disini, disini semuanya sama sama kerja keras,cerdas, dan cepat seirama.. dimulai dari survey barang dan harga yang oke sampai dengan efisiensi pendistribusian sembako.. bayangkan untuk membingkiskan 1000 paket sembako.. dibutuhkan kurang lebih 1.2 ton beras dan berdus dus banyaknya gula,terigu,minyak,mi dll .. sebanyak apapun itu tapi saya ga melihat teman-teman mengeluh.. saat lelah justru malah saling canda.. kurang lebih seperti ini lah kondisi packing 

Gimana serukan? Seru banget lah dapet banyak banget teman baru yang punya concern yang sama, sama sama saling bahu membahu dan mengingatkan untuk hal hal baik.

Keseruan ga berhenti begitu saja.. menurut saya pengalaman yang paling haru adalah saat pendistribusian sembako.. saya pribadi dapat kesempatan untuk mendistribusikan ke teman teman yang bertempat tinggal di kolong jembatan.. ini pengalaman yang baru banget buat saya untuk berinteraksi dengan teman teman yang bermukim disana.. dikolong jembatan yang saya kunjungi terdapat kurang lebih 10 orang kepala keluarga.. pernah ga teman-teman bayangkan bagaimana rasanya hidup dibawah kolong jembatan bersampingan dengan sungai yang kapan aja bisa meluap airnya.. hampir netes air mata saya, tapi saya tahan-tahan karena rasanya ga etis kalau saya nangis.. disitu saya merasa amat sangat bersyukur atas nikmat yang Allah berikan dan rasanya suatu saat nanti saya ingin buat kompleks rusun yang dimana bisa diisi oleh teman teman yang hidup di kolong jembatan.. karena selain tidak sehat dan tidak layak, kehidupan seperti itu sangat tidak baik untuk tumbuh kembang anak-anak.. selain sulitnya akses sanitasi yang baik, anak anak disana kemungkinan besar tidak pernah mendapatkan kesempatan menduduki bangku sekolah padahal itu adalah hak dari semua insan..

Selain berkesempatan mengunjungi teman teman yang bermukim di kolong jembatan, for the first time juga saya berkesempatan berkunjung ke lingkungan teman teman di tempat pembuangan sampah akhir di rawa kucing.. wah disini pun ga henti hentinya mendapatkan banyak pelajaran hidup..  ratusan senyuman dan doa doa tulus dari saudara/i kita dalam wajah lelahnya ini membuat hati saya merasa sangat bahagia dan hilang rasa lelah.. kebahagian yang ga bisa diungkapkan kata kata…

Diantara orang orang yang saya temui, ada seorang kakek berusia kurang lebih 75 tahun, kerjanya serabutan demi menghidupi istri anak dan cucunya dikampung, beliau dijakarta sampai tidak menyewa tempat untuk hidup selama mencari uang dijakarta demi menghemat uang.. bayangkan teman2, setelah capek mencari uang dengan jalan berkilo kilo, beliau harus tidur beralaskan apa saja (baik aspal jalan dll) ditengah dinginnya malam setiap harinya.. hal ini menigkatkan probabilitas kakek untuk terjangkit penyakit degeneratif dan penyakit lainnya… melihat realita seperti ini rasanya saya ingin sekali suatu saat nanti saya memiliki mobil kesehatan berjalan.. yang nantinya akan diturunkan tim dokter,dokter gigi dan paamedis lainnya.. selain mengakomodir pemeriksaan gratis saya juga ingin menggratiskan obat2an nya.. sehingga saudara/i kita yang kurang beruntung tetap bisa mendapatkan akses kesehatan yang layak.. 

Teman teman.. 

Yuk sekali-kali kita jalan jalan bareng, sekali kali yuk kita sisihkan uang ngopi kita yang biasanya ngopi cantik di starbucks untuk berkongkow kongkow seru dengan mereka yang sangat sangat membutuhkan… kopi tubruk yang mereka sajikan untuk kita ga kalah nikmatnya loh bahkan kadang dapat ekstra pisang goreng.. hehe

Yuk, kita viralkan hal-hal baik yang membawa perubahan lebih baik untuk negeri kita tercinta.. 

Kalau bukan kita anak bangsa yang turun langsung memperhatikan.. siapa lagi yang bisa mereka harapkan?

Bukan hal besar, dimulai dari hal terkecil dulu.. dari diri kita.. dan bersinergi dengan orang orang baik lainnya..

Dari perjalanan hari itu saya dapat pelajaran yang sangat berharga antara lain:

“Semua yang datangnya dari hati akan sampai ke hati, karena kebaikan itu adalah bahasa universal dan sudah menjadi kordat illahi bahwa semua orang senang akan saling membagi kebaikan.. permasalahannya berani kah kita mendobrak pintu pintu yang menghalangi”

“Kebaikan yang terkoordinir  dengan baik akan membawa impact yang jauh luar biasa dibandingkan kebaikan individu, sudah saatnya kita saling bahu membahu untuk kebaikan tanpa sekat sekat”

Dan renungan dan pelajaran yang paling dahsyat yang saya dapatkan:

“Maka nikmat TuhanMu mana lagi yang akan kau dustakan?” (Qs Ar Rahman)

Perubahan itu harus diupayakan

Assalamualaikum wr wb,

Perubahan itu harus diupayakan..ya itu hal yang saya dapatkan setelah saya aktif dalam kegiatan kemahasiswan, bisa dibilang hidup saya menjadi lebih teratur dan juga menegangkan,  harus lebih teratur karena saya menyanggupi sebuah amanah yang tentunya memerlukan tanggung jawab. Disetiap kepanitiaan atau organisasi pasti punya timeline proker tersendiri yang dimana akan ada kemungkinan bentrok antar satu acara dan acara lain..atau mungkin dengan acara keluarga.. mengorbankan terkadang menjadi opsi yang sangat berat.. tapi itu adalah pilihan yang harus diambil..

Jadwal kuliah yang padat dan tuntutan untuk tetap mendapatkan nilai bagus meskipun aktif dalam organisasi merupakan suatu tantangan tersendiri yang memakan jam tidur selama masa preklinik.. ya untuk balance antara keduanya membutuhkan waktu ekstra.. setidaknya saya harus menghadapi 2x ujian dalam satu bulan dan ujian skill lab yang juga memakan waktu.. bagaimana cara belajarnya? hmm.. saya selalu berusaha untuk membaca materi kuliah sebelum dan sesudah dosen mengajar, biasanya pagi pagi dari jam stgh 4 sambil menunggu waktu subuh saya mereview kembali materi yang sudah disampaikan dosen, dan skimming untuk materi hari itu setelah sholat subuh sampai jam 7 an sebelum persiapan berangkat kuliah..  dikampus, saat dosen mengajar saya berusaha untuk tetap mencatat walaupun seringkali saya tertidur.. tapi yaah tak masalah, saya dan teman saya merekam materi kuliah dosen, jadi ketika saya tertidur dan tidak memiliki catatan yang lengkap.. h-7 atau h-4   ujian saya mulai mendengarkan kembali rekaman tersebut dan melengkapi catatan tersebut..  h-1 ujian udh terkategori zona bersih yang dimana saya hanya akan menjawab masteran soal senior..  yang sering membuat saya kewalahan jika saya harus dihadapkan dengan ujian skill lab yang mana membutuhkan effort lebih untuk berlatih.. jika saya ada sks skill lab maka saya mengakomodasikan waktu malam sampai dengan jam 11 untuk melatih keterampilan skill lab saya, dan mengurangi waktu review materi dan menambah berlatih keterampilan skill lab..

Menjadi aktif dalam organisasi intra maupun ekstra kampus adalah hal yang saya idamkan semenjak saya kecil, kenapa? karena saya ingin berkontribusi lebih untuk masyarakat, minimal untuk lingkungan sekitar saya.. terinspirasi dengan cerita ayah dengan cerita bagaimana kegiatan himpunan, menwa dan aktifitas disalman saat kuliah, begitu  pula dengan ibu yang aktif dikegiatan pecinta alam dan menwa membuat saya jadi sangat mendambakan aktif berorganisasi.. ditambah dengan diskusi dengan teman-teman kakak saya yang sangat visioner dan idealis membuat saya memiliki pandangan, bahwa mahasiswa tanpa memberikan partisipasi aktif bagi masyarakat bukanlah mahasiswa.. perjuangan untuk ikut organisasi merupakan jalan panjang bagi saya… baik dari saat memulai dan menjalaninya.. dimulai dari saat ospek, ayah termasuk yang mewanti-wanti saya untuk tidak aktif dalam kegiatan ospek dan organisasi karena menurut beliau hal tersebut akan banyak menyita waktu saya.. untuk mengikuti ospek dan latihan dasar kepemimpinan2 membutuhkan perjuangan dan pembuktian-pembuktian ke ayah bahwa saya mampu bertanggungjawab atas langkah yang saya ambil.. komunikasi proaktif dan persuasif saya sampaikan ke ayah untuk mendapatkan restu beliau.. sangat sulit dan memakan waktu awalnya, namun kesabaran saya berbuah manis..

Menjalani organisasi,memiliki tantangan tersendiri dengan berorganisasi saya dituntut untuk bertemu dengan banyak watak orang, dan menyelaraskan jadwal, mengambil dan mempertanggungjawabkan sebuah keputusan. Mengatur dan diatur bukan lah hal yang mudah apalagi jika berurusan dengan banyak orang dengan beragam kultur dan pemikiran. Saya banyak belajar untuk bersabar dalam hal ini karena untuk memenangkan sesuatu terkadang tidak dimenangkan oleh siapa yang banyak ngotot bicara, tapi dimenangkan oleh orang-orang yang bisa bersabar,pendengar yang baik dan yang dapat memanfaatkan psikologis manusia untuk menyatukan pemikiran banyak orang, hal ini disebabkan karena hakikatnya manusia ialah makhluk yang ingin diakui eksistensinya. Menyelaraskan jadwal, ya seperti yang saya bilang tadi terkadang harus ada yang dikorbankan… dari tuntutan ini saya belajar untuk memilih prioritas dan bertanggungjawab, buat saya ketika saya diberikan amanah setidaknya saya harus berpartisipasi aktif secara maksimal saat persiapan pre acara atau   pada saat acara berlangsung, ketika saya tidak bisa aktif pada saat hari h acara maka saya biasanya berusaha maksimal di persiapan pre acara dan saya berusaha tidak ngoyo untuk mengambil porsi besar di pos pos yang saya sendiri ragu bisa maksimal atau tidak. Prioritas, ya hidup itu penuh dengan pilihan yang menuntut kita memilih.. seorang manusia tidak bisa membelah dirinya maka dari itu kita harus memilih mana hal yang lebih penting untuk dilakukan terlebih dahulu. Hal tersebut menjadi tantangan buat saya karena ketika saya menentukan hal ini lebih penting dari hal yang lain akan menimbulkan konsekuensi tersendiri yang harus saya pikul. Mengambil dan mempertanggungjawabkan sebuah keputusan, sebagai seorang anak bontot yang memiliki 2 kakak membuat saya terbiasa bertanya dan mengikuti keputusan/kebijakan yang diambil kakak saya ketimbang memutuskan sendiri. Kebiasaan tersebut awalnya berat untuk saya dalam mengambil sebuah keputusan karena saya kerap menimbang dan takut salah.Berjalannya waktu saya belajar bahwa yang terpenting dalam mengambil keputusan/kebijakan haruslah cermat dan bertanggungjawab, keputusan/kebijakan yang diambil bisa saja kurang tepat sehingga mengharuskan kita untuk memperbaiki dan memperbaharuinya. Saya belajar bahwa terkadang kita melakukan kesalahan, tapi itu bukanlah akhir dari segalanya, asal kita mau berusaha memperbaikinya maka tidak ada hal yang absolut salah yang tidak bisa diperbaiki.

Ada rasa lega dan senang saat semua amanah amanah tersebut kemudian selesai.. namun juga ada rasa takut untuk menghadapi hal lainnya yang akan datang.. ya koas dan perjalanan hidup lainnya.. tapi saya percaya bahwa sebesar apapun masalah saya kelak,Allah lebih besar dari masalah saya sehingga seharusnya itu bukan hal besar yang harus saya takuti bukan?

Akhir kata, biarkan saya mengutip nasihat ibu saya yang akan selalu saya ingat “Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, lakukan suatu perubahan/perbaikan dalam setiap langkah untuk mengatasi masalah yang ada dan ingat segala perubahan yang baik itu harus senantiasa diupayakan. Sertai usaha usaha tersebut dengan doa, berdoa untuk minta dikuatkan pundakmu bukan hanya dimudahkan dalam menyelesaikannya.”

Batu dan air

Jikalau ada tembok

Batu bisalah diasah menjadi kapak

Hingga memecah nya

Air bisa mengalir dari sela sela

Hingga meluruhkannya

Batu dan air

Mana yang pantas patahkan cakrawala

Hingga terbitkan mentari

Dengan semai semarak cuitan burung

Kabarkan musim semi

Yang menandai berakhirnya kemarau dan badai panjang ini..

Menjadi batu

Atau menjadi air?

Kopi Hangat

Kopi hitam,

Pahit terlihat,

Tapi manis membekas

Setidaknya

Cakrawala menjadi teduh..

Saat meneguknya,

Lama sudah..

Mungkin satu dan dua hal labirin terasa berkelok..

Karena tiada waktu menyeruput kopi

Atau mungkin takut melihat pekat hitamnya

Sehingga enggan untuk sekedar menyeduh macchiato

Membawanya dari etalase pabrikannya

Meski bau kopi memikat harum

Jikalau ada waktu,

Duduk manis dikedai ini,

Dengan secangkir kopi hangat..

Meneduhkan cakrawala 

Tanpa perlu kata yang menyekatnya..

Mengalir kisah yang menjadi bisu selama ini..

Memecah takut dalam baju besi yang gagah terlihatnya..

1 x 24

1 x 24
24 x 1

Seperti shinkansen saja..

Disini disana,

Ini dan itu,

Tapi tidak bisa semuanya..

Terasa kurang, 1 x 24

Bagaimana caranya?

Hingga cakrawala penuh dengan pelangi

Pagi yang dingin menjadi hangat menyenangkan..

Mungkin lebih baik 

Mulai belajar jadi sonic

Hingga keluar dari labirin ini